Arsip

Archive for Oktober, 2012

Pelayanan adalah pengorbanan

Oktober 12, 2012 Tinggalkan komentar

Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

 

Pekerjaan dan pelayanan berbeda tuntutannya. Pekerjaan menuntut kerja keras, namun pelayanan menuntut hal yang lebih besar lagi. Pelayanan membutuhkan kerja keras dan pengorbanan.  Kalau saudara bekerja dari jam 08.00 sampai jam 17.00, maka itu namanya bekerja keras. tetapi belum masuk ke dalam pengorbanan. Tetapi jika saudara pulang jam 21.00 , untuk mengerjakan pekerjaan kantor, dan walaupun pulang jam 21.00 gaji tetap tidak naik,  maka itu namanya pengorbanan.

Pelayanan bukan hanya kerja keras melainkan ada pengorbanan di dalamnya. Bacalah  2 Kor 11:23-28   ? 1 Kor 4:9-13;  2 Kor 4:7-18;  2 Kor 6:1-10 , pengorbanan apakah yang dilakukan oleh paulus dalam pelayanannya?

Pengorbanannya adalah

- bekerja keras tetapi tidak dihargai

- difitnah , dan tidak memiliki kesempatan untuk membela diri

- disalahpahami, tetapi tidak diijinkan untuk menjelaskan

- menghadapi kebingungan tetapi tidak tahu kemana harus bertanya

- sedih tetapi selalu bersukacita

- tidak tidur beberapa malam, dna bekerja keras di siang hari, serta ” urusan-urusan lain dan setiap hari menghadapi tekanan

Inilah gambaran tugas seorang yang mau melayani Tuhan. sampai hari ini, gambaran itu belum direvisi oleh Tuhan Yesus

Pelayanan yang tidak mengorbankan apapun , tidak akan mencapai apa pun. Jika tidak ada kadar kesulitan dalam pelayanan kita, maka pelayanan kita tidak akan mendapatkan berkat. Pengorbanan dalam sebuah pelayanan adalah sebuah kestimewaan. Tuhan Yesus dan murid-murid melewati pelayanan yang penuh dengan pengorbanan. Bacalah 2 Tim 2:3 dan Kis 14:22.

Setiap pelayan Tuhan, biasanya hidup dalam salah satu ayat ini  Fil 1:21 atau Fil 2:21. Kalau bukan hidup bagi Tuhan atau untuk kepentingan Tuhan, maka dia akan hidup untuk kepentingan diri sendiri.

Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab adalah mereka yang rela berkorban dalam melayani Tuhan. Musa rela mati untuk menyelamatkan bangsa Israel dari penghakiman Allah (Kel 32:30-35). paulus rela dikutuk jika itu memberi keselamatan bagi orang-orang Israel (Roma 9:1-3).

Pelayanan melibatkan pengorbanan. Cara kita menghadapi kesulitan dalam pelayanan menyingkapkan apakah kita melayani diri sendiri ataukah melayani Tuhan. Cara kita menyikapi kesulitan dalam pelayanan menunjukkan apakah kita melayani untuk kekekalan ataukah untuk hal yang sementara.

Ada beberapa tanggungjawab kita ketika mengalami penderitaan atau kesulitan dalam pelayanan

Pertama, menantikannya. (1 Pet 4:12;  Yoh 15:18,20)

Kedua, menerimanya sebagai karunia Allah (Fil 1:29)

Ketiga, mengujinya dan tunduk pada rencana Allah (Ayub 23:10)

keempat, belajar untuk hidup hari demi hari, dan menyerahkan kekuatiran kita kepadaNya ( 1 Pet 5:7)

Dalam pelayanan , selalu ada pengorbanan. Namun jangan kecil hati karena penderitaan akan diubah kelak menjadi kemuliaan. Salib adalah penderitaan, namun setelah dipikul oleh Tuhan Yesus, salib itu menjadi kemuliaan. Pengorbanan selalu berakibat baik baik kita. Bahkan niat untuk berkorban pun akan berdampak positip untuk kita

Sebelas orang bergantung pada sebuah tali yang tergantung pada helikopter, sepuluh pria dan satu wanita. Tetapi tali itu tidak kuat menahan Beban mereka semua, jadi mereka memutuskan harus ada satu orang yang menjatuhkan diri. Jika tidak, mereka semua akan jatuh.

Mereka bingung siapa yang harus merelakan diri jatuh, tapi kemudian si wanita mengatakan sesuatu yang menyentuh. Ia berkata bahwa ia merelakan diri jatuh karena sebagai wanita, ia terbiasa memberikan apa pun untuk suami dan anak, dan untuk pria secara umum, tanpa mengharap balasan.

Apa yang terjadi setelah wanita tersebut mengatakan kalimat itu? siapa yang selamat? hanya wanita itu yang selamat, karena semua pria tadi tepuk tangan setelah mendengarkan kerelaaan wanita itu untuk berkorban. Baru niat saja sudah mendapatkan berkat

Saya pernah nonton di National Geograpic, mengenai pesawat DC 10 yang tiba-tiba satu mesinnya padam dan kemudian tekanan hidroliknya hilang. Sehingga pesawat tidak bisa dikendalika secara otomatis. Mesti secara manual. Itu pun selalu berbelok ke kanan. Dan kecepatan tidak bisa dikurangi. Pilot kemudian hendak mendaratkan pesawat itu di Bandara terdekat. Jadi pesawat itu putar beberapa kali dan akan melakukan pendaratan darurat. Namun masalahnya adalah pesawat tidak bisa mengurangi kecepatan. Jadi pilot sudah memberitahukan kepada seluruh penumpang bahwa pendaratan ini bisa berakibat fatal. Mereka harus mempersiapka diri untuk kemungkinan terburuk. Perlu juga diketahui bahwa di pesawat itu banyak anak kecil. Karena pesawat tersebut memberikan harga $ 1 untuk anak, sebab bertepatan dengan hari anak internasional. Seorang yang selamat, ketika diwawancari mengatakan: saya sudah menulis surat kepada istri saya, saya mencintaimu. Sehingga kalau saya mati dan dia menemuka surat ini, minimal dia tahu bahwa saya masih mencintai dia.dan seandainya dia selamat,dia akan menolong orang yang berada di pesawat. Tibalah saatnya pesawat itu mendarat. Apa yang terjadi, pesawatnya jungkir balik dan terbakar. Separuh penumpang, meninggal. Penumpang yang diwawancara tadi, selamat. Apa yang dia pikirkan pertama kali, menolong orang yang masih bisa diselamatkan. Dia mendengar tangisan bayi. Dia segera menolong bayi itu. Padahal sebenarnya beresiko. Sebab pesawat bisa saja meledak lagi karena masih ada bahan bakar. Namun dia sudah siap berkorban kalau itu terjadi.

Orang yang baru niat berkorban saja sudah diberikan oleh Tuhan keselamatan, apalagi kalau memang benar dia sudah berkorban, Tuhan pasti akan menyediakan kemuliaan untuknya.

Pengorbanan kita untuk Tuhan tidak pernah sia-sia. Tuhan akan merubahnya menjadi kemuliaan. Namun kalau kita tidak mau berkorban untuk Tuhan, kita kelak mesti mempertanggungjawabkan hidup kita untuk Tuhan.

Kalau pada hari ini, kita melayani Tuhan tidak bertanggungjawab dan tidak ada pengorbanan di dalamnya, mungkin nanti ketika kita mati, kita sulit menghadapi kematian karena kita mesti mempertangunggjawabkan pelayanan kita. ( 2 Kor 5:10-11).

 

 

 

Hormatilah Ayah dan Ibumu (Kel 20:12)

Oktober 12, 2012 Tinggalkan komentar

Apa bunyi perintah kelima?  Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu

Salah satu kewajiban anak-anak adalah memperhatikan apa yang diajarkan orang tua. Mereka harus membiarkan ajaran itu menuntun mereka seumur hidup. Memperhatikan ajaran orang tua bukan hanya dilakukan pada waktu masih kecil, tetapi juga ketika sudah dewasa. sekalipun sudah dewasa, dan anak lebih pintar daripada orang tua, anak tetap berkewajiban untuk memperhatikan ajaran orangtua.   Kebijaksaan di usia tua  sangatlah berharga bagi anak-anak. Menghormati orang tua bukan hanya dilakukan ketika kita masih kanak-kanak. Orang dewasa pun harus menghormati orang tua mereka seumur hidup. Kita menghormati orang tua dengan meminta nasehat dan mempertimbangkannya dengan cermat. Nasehat orang tua selalu berharga, berapa usia kita, karena mereka sudah menjalani hidup yang lama daripada kita dan memiliki sangat banyak pengalaman. Amsal 6:20-23.

Kewajiban lain yang harus dilakukan anak-anak terhadap orang tua adalah menaati orang tua mereka. Segera sesudah orang tua memberikan perintah kepada anaknya, maka anak itu harus patuh. Kita tidak boleh menunggu sampai orangtua memaksa untuk melakukannya, atau berdebat. Allah menghendaki kita untuk menghormati otoritas mereka. Ef 6:1.

Menghormati orang tua dapat dilakukan dengan cara merawat  mereka ketika sudah lanjut usia dan memberikan pertolongan. Amsal 23:22. Tidak menghina mereka.

Anak-anak dilarang untuk bersikap tidak hormat kepada orang tua. Dengan cara bagaimanakah anak tidak menghormati orang tua mereka? anak-anak tidak menghormati orang tua dengan cara memukul,  atau menendang, atau menyakiti mereka. Kadang-kadang anak yang sudah dewasa atau hampir dewasa marah terhadap orang tua mereka dan memukulnya. Bahkan kadang-kadang anak yang masih kecil marah karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga ingin memukul atau menendang orang tua mereka. Karena Allah telah memberikan otoritas kepada orangtua atas anak-anak, maka tindakan menyerang orangtua sama saja dengan menyerang dan mencoba berseteru dengan Allah. Bacalah hukum Allah kepada bangsa Israel mengenai apa yang akan terjadi kepada anak yang tidak memiliki rasa hormat seperti ini dalam kel 21:15. Bentuk lain dari penyerangan terhadap orangtua dan keinginan untuk menyakiti mereka  adalah dengan mengutuki mereka atau berkata bahwa mereka mengharapakan sesuatu yang buruk menimpa orangtua mereka. Hukuman yang sama akan berlaku bagi anak-anak yang mengutuki orangtua mereka. Kel 21:17

Contoh lain dari ketidaktaatan terhadap orang tua adalah mengolok-olok. Seorang anak yang mengolok-olok orangtuanya menunjukkan sikap tidak hormat kepada mereka. Bacalah apa yang Alkitab katakan mengenai anak yang mengolok-olok orangtuanya atau meremehkan ketaatan terhadap mereka dalam Amsal 30:17

Ketika orangtua sudah memasuki usia lanjut, mereka memerlukan pertolongan untuk melakukan banyak hal, karena kesehatan mereka sudah menurun. Menolak untuk memenuhi kebutuhan orangtua dan menolak untuk menolong orangtua yang sudah lanjut usia termasuk tindakan tidak menghormati orangtua. Amsal 19:26

Menghormati orang tua bukan hanya menghormati ayah dan ibu kita saja, tetapi menghormati orang tua pada umumnya. Di beberapa negara, orang-orang tua menerima penghormatan yang sangat besar. Semakin tua seseorang, semakin dihormati karena kebijaksanaannya. Di negara-negera maju, orang-orang tua tidak terlalu dihormati. Orang-orang muda lebih dihargai karena mereka lebih kuat, atau lebih cantik. Orang-orang lebih menghargai daya tarik dan kekuatan fisik daripada kebijaksanaan. Penilaian-penilaian ini bukanlah penilaian Allah. Allah memerintahkan kita untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang yang lebih tua dari kita. 1 Petrus 5:5 dan Imamat 19:32. Apakah kita menunjukkan rasa hormat kepada orang tua, bahkan yang kita tidak kenal sekalipun? Apakah kita menyapa mereka dan membiarkan mereka berjalan lebih dulu , menahan pintu tetap terbuka untuk mereka lalui? Dan hal-hal lain yang menunjukkan rasa hormat? Atau apakah kita mengabaikan mereka? atau membuat masalah dengan mereka? apabila orang tua yang bukan orang tua saudara menyuruh saudara melakukan sesuatu atau berhenti melakukan sesuatu, apakah saudara merespon dengan rasa hormat? Hal-hal ini sulit dijumpai di dalam masyarakat tetapi itulah yang Allah kehendaki dari kita.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.