Bahaya Hipnotis

Juli 14, 2011 16 komentar

Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh
Trend baru zaman ini.
Pada zaman yang penuh dengan tekanan dan ketegangan ini, banyak orang mencari berbagai macam cara untuk mengatasi tekanan dan ketegangan mereka. Ketika muncul sebuah cara yang mengklaim sebagai cara aman, maka cara tersebut akan diserbu oleh masyarakat, termasuk orang-orang Kristen. Salah satu hal yang dianggap sebagai solusi masalah hidup adalah hipnotis. Hipnotis, saat ini menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup orang kota. Para ahli hipnotis sendiri mengklaim bahwa hipnotis dapat menolong mereka yang ingin kurus, yang ingin berhenti merokok, yang depresi, yang terikat oleh narkoba. Hipnotis juga dipakai untuk menghilangkan rasa takut, membangkitkan rasa percaya diri. Jangankan orang awam, beberapa dokter gigi juga memakai hipnotis agar supaya pasien tenang menjalani pengobatan gigi.
Hipnotis dianggap sebagai cara yang aman dan ilmiah dalam menolong masalah-masalah hidup manusia, karena hipnotis memakai teknik sugesti. Pasien akan disugesti dan dibawa dalam keadaan tidur hipnosa. Dalam kondisi ini, pasien akan diberikan sugesti-sugesti untuk mengatasi persoalan mereka. Misalnya mereka akan disugesti bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan, atau disugesti bahwa mereka tidak suka makan banyak. Setelah sugesti itu, pasien tidak akan menyukai rokok dan tidak suka makan banyak. Ini akan menolong pasien untuk berhenti merokok dan menjalani diet agar kurus. Hipnotis juga dapat dipelajari secara pribadi dengan melatih konsentrasi dan sugesti diri, untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengatasi rasa takut dan mengatasi persoalan-persoalan dosa yang mengikat manusia.
Banyak orang Kristen yang juga ikut-ikutan mempelajari hipnotis dan memberikan diri dihipnotis untuk mengatasi persoalan-persoalan mereka. Ada juga yang masih ragu-ragu, apakah boleh dihipnotis dan mempelajari hipnotis untuk mengatasi persoalan kita?

Bahaya Hipnotis
Walaupun ahli hipnotis membungkus hipnotis sebagai sesuatu yang ilmiah, namun hipnotis bertentangan dengan iman Kristen. Hipnotis bertentangan dengan iman Kristen karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani dalam mengatasi persoalan dan karena hipnotis mengandung bahaya-bahaya. Ada beberapa bahaya mempelajari hipnotis maupun dihipnotis.
1. Hipnotis dapat membuka pikiran untuk mempercayai apa saja, termasuk dusta. Seorang yang terhipnotis dapat disugestikan sebuah kebohongan dan dia akan memegang kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran. Sugesti yang diberikan bukanlah kebenaran atau fakta mengenai keadaan pasien. Pasien yang memang suka rokok disugesti bahwa dirinya tidak suka rokok. Pasien yang memang penakut disugesti bahwa dirinya berani. Akhirnya dalam pikiran pasien terdapat fantasi hasil sugesti dan setelah dihipnotis, pasien tidak bisa membedakan antara fantasi dengan kenyataan.
2. Hipnotis adalah usaha untuk menguasai diri melalui sugesti, baik itu oleh orang lain maupun oleh diri kita. Sebuah usaha yang berada di luar karya Roh Kudus. Padahal penguasaan diri adalah karya Roh Kudus di dalam diri orang percaya (Gal 5:22-23). Ketika kita mengikuti pimpinan Roh Kudus, Dia akan memberikan kita kuasa untuk mengontrol diri kita. Dosa diatasi dengan menyerahkan diri kepada Allah dan bukan dengan menyerahkan diri kepada ahli hipnotis atau menyerahkan diri kepada diri sendiri. (Yak 4:6,7; 1 Kor 6:9-12; Roma 6:12-12). Sebagai orang percaya , fokus kita adalah kepada Kristus, dan bukan kepada diri kita sendiri atau kepada hal-hal lain (Ibr 12:2). Jawaban persoalan kita bukan di dalam diri kita, melainkan di dalam Kristus (Matius 11:28)

3. Hipnotis membuka “ pintu hati” atau “pintu pikiran“ kita kepada serangan kuasa kegelapan. Dalam hipnotis, bukan hanya ahli hipnotis yang akan mengubah sikap dan tingkah laku kita, tetapi iblis pun mau juga merubah diri kita sesuai dengan keinginannya. Dengan memberikan diri dihipnotis, maka kita berada dalam keadaan emosi yang tidak stabil, tidak aman dan akan memberikan kesempatan kepada Iblis untuk menguasai diri kita. Hipnotis memberikan kemungkinan kepada kerasukan setan.

4. Hipnotis bukanlah sains, tetapi merupakan bagian integral dari okultisme selama ribuan tahun. Banyak teknik yang digunakan dalam hipnotis mirip dengan sistem mistik dan okultisme. Profesor Psikiater, Thomas Szasz mengatakan bahwa hipnotis adalah “ilmu pengetahuan gadungan” . Yoga, Zen dan metode penyembuhan timur di dalam banyak aspek memiliki kesamaan mendasar dengan hipnotis. Dan hal yang perlu diketahui mengenai Yoga adalah, tujuan utamanya adalah kesatuan dengan Allah. Kesatuan ini dicapai bukan melalui Kristus melainkan melalui meditasi.

5. Hipnotis adalah pelanggaran terhadap hak Allah. Tidak seorang pun yang memiliki hak untuk menguasai pikiran dan kehendak seseorang. Hanya Allah dan orang itu sendiri yang memiliki hak untuk menguasai piikiran dan kehendaknya. Praktek hipnotis merupakan pelanggaran etika Kristen.

Akhir dari tulisan ini adalah pertimbangkanlah nasehat Petrus:”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1Pe 5:8).

KEPUSTAKAAN

Brown, David L. The Dangers of Hypnosis, mengutip dari Many Lives, Many Loves by Gina Cerminara; Wm Morrow and Company, 1963.
Kroger, William and Fezler, William. Hypnosis and Behavior Modification:Imagery Conditioning. Philadelphia: J. B. Lippincott Co., 1976.

Martin and Bobgan Deidre, Hypnosis: Medical, Scientific, or Occultic? California:EastGate Publishers

Szasz, Thomas. The Myth of Psychotherapy. Garden City: Anchor Press/Doubleday, 1978.

W. Provonsha, Jack Mind Manipulation: A Christian Ethical Analysis. Online Ethics Library: http://www.ilu.edu/ilu/bioethics

PENULIS
Yohannis Trisfant, MTh.
Saat ini melayani di GKIm Amanat Kristus, BANDUNG

Kategori:Uncategorized

Bagaimana mengatasi sebuah krisis (Kis 27: 1:44)

badai kehidupan tidaklah pandang bulu. orang kristen juga harus menghadapi badai kehidupan. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang masuk ke dalam badai kehidupan

A. Tuntunan yang salah dari para ahli
Perwira kapal lebih mendengarkan nasehat jurumudi dan nahkoda yang ahli daripada perkataan Paulus. (27:11).

Saat ini ada banyak gagasan mengenai hidup. Mereka yang memberikan gagasan-gagasan itu adalah ahli-ahli. Ada ahli pernikahan, ahli kesehatan, ahli spiritual, dll. Contohnya, soal tidak makan daging. mengapa seseorang tidak makan daging? agama? kesehatan? katanya ajaran kristen. kej 1:29. bdk kej 9:3. Suatu waktu bisa masuk dalam sebuah krisis, yakni menganggap orang lain sadis, dirinya suci, hati nuraniya terganggu kalau makan dagng. contoh lain mendidik anak. anak tdk boleh dipukul. Akhirnya suatu waktu anaknya jadi pemberontak dan sudah sulit diatur. pada waktu remaja, dia mau pukul, sudah terlambat. Padahal alkitab mengajarkan untuk mendidik dengan rotan. Amsal 23:13-14. Kita mesti hati hati dengan saran dan nasehat para ahli. Cobalah pikirkan dasar Alkitab dari saran mereka. Saran ahli biasanya membuat kita masuk dalam masalah.

B. Mengikuti suara mayoritas
Perhatikan ayat 12, dimana kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus. Mayoritas itu seringkali salah. Ingatlah pada waktu Musa pertama kali memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Mayoritas bangsa Israel ingin kembali ke Mesir. Kita juga dapat membawa diri kita ke dalam kekacauan kalau kita selalu mengikuti suara mayoritas. Suara mayoritas belum tentu benar. Hati-hatilah dengan suara mayoritas.

C. Mengikuti tuntunan keadaan
Baca ayat 13.ketika angin sepoi-sepoi mulai bertiup dari selatan, mereka mengira maksud mereka sudah tercapai, maka mereka pun membongkar sauh dan berlayar…..
Bagaimana keadaannya? Sepoi-sepoi. Keadaan kelihatan mendukung. Para pelaut mengira tujuan mereka akan tercapai kareena keadaan sudah mendukung. Segala sesuatu mungkin Nampak bagus tetapi mungkin saja anda sedang berlayar menuju badai. Kalau Allah mengatakan:”jangan”. Walaupun keadaan sangat memungkinkan, janganlah lakukan itu. Iblis bisa saja memakai keadaan baik untuk membawa kita ke dalam masalah.
HAL-HAL KELIRU YANG SERING DILAKUKAN DALAM KRISIS
Pertama, Membiarkan diri diombang ambingkan

Ayat 15. Para pelaut membiarkan kapal kami terombang ambing. Kalau sdr sedang memiliki persoalan, apakah yang biasa sdr lakukan? Seringkali kita membiarkan diri terombang ambing oleh persoalan-persoalan itu. Persoalan-persoalan itu menghantam kita kesana sini. Kita ebrkata :’ buat apa melawan, apa gunanya, biarkan saja mengalir. Kita lupa dengan nilai-nilai yang kita pegang dan hanya terombang ambing. Kita melepaskan sasaran-sasaran kita

Kedua, Hal keliru yang kedua yang kita lakukan adalah membuang hal-hal penting dalam hidup kita (27: 18-19)
Sama halnya ketika krisis datang, maka kita pun mulai membuang berbagai hal dalam hidup kita. Para pelaut membuang muatan, lalu alat alat kapal, lalu gandum (28) dan akhirnya mereka membuang diri emreka sendiri (43-44).

Dalam menghadapi sebuah krisis hal apakah yang sdr biasa buang?
• Nilai-nilai kebenaran yang kita pegang selama ini, kita menghalalkan segala macam cara,
• kita membuang visi dan mimpi-mimpi kita alias tidak lagi dilanjutkan),
• kita membuang hubungan-hubungan kita. Biasanya dalam bentuk merusak hubungan dengan pasangan, dengan keluarga, dengan teman. Keluarga diabaikan. Dan akhirnya kita buang diri kita ke tali gantungan, alias bunuh diri.

Ketiga, putus asa.
Hal keliru ketiga yang kita lakukan adalah putus asa (27:20). Dalam krisis yang berat, pada akhirnya kita sampai kepada titik putus asa dan kehilangan harapan. Para pelaut berada dalam kegelapan total selama empat belas hari, dalam sebuah kapal kecil di tengah laut Mediterania, dihempaskan kian kemari oleh badai sampai mereka membuang segala sesuatu dan menjadi putus harapan. Inilah yang dialami jika berada dalam keadaan sulit untuk jangka waktu lama. MAsalah itu sudah menghembas kita kesana kemari dan sekarang sampai ke titik putus asa: apa gunanya? Tidak ada harapan. Ini mustahil diperbaiki. Para pelaut ini putus harapan karena mereka lupa bahwa Allah memegang kendali. Mereka lupa bahwa Allah punya sebuah rencana. Mereka lupa bahwa Allah sanggup menyuntikkan pengharapan ke dalam sebuah situasi yang sudah tidak berpengharapan lagi.
REAKSI YANG SEHARUSNYA KITA MILIKI

Pertama, tenang dan percaya.
Paulus tidaklah gentar, tidak kecil hati. Ia memiliki keberanian dalam krisis ini. Reaksi pelaut yang putus asa, kecil hati memang adalah respon alamiah kita dalam menghadapi sebuah krisis. Tetapi seharusnya tidak boleh demikian. Semua orang dapat menjadi orang Kristen kalau semuanya berjalan lancar, bila semua doa dikabulkan dan bila kita berada dalam keadaan sehat, bila pendapatan meningkat. Mudah menjadi orang Kristen pada saat-saat seperti itu. Namun ketika ujian iman datang, kita biasanya tergoda untuk putus asa, terombang ambing dan membuang hal hal penting dalam kehidupan. Karakter itu bukan dibuat saat krisis. Karakter terbentuk dari hari ke hari, lewat perkara-perkara biasa dalam kehidupan. Karakter terungkap dalam sebuah krisis. Karakter tersingkap saat kapal dihantam badai dan ada situasi mengancam kita.

Dalam keadaan krisis, karakter kita akan Nampak, apakah kita kacau, panic? Ataukan kita tetap tenang? Baca Mzm 125:1

Kedua, hadirat Allah
Baca kis 27:23. Badai tidak akan pernah menyembunyikan diri kita dari Allah. Wajah Allah memang tidak kita lihat, namun Allah melihat diri kita. Mungkin kita mengira Dia sangat jauh, namun sesungguhnya Dia sedang mengamati diri kita dan beserta kita. Dalam badai yang dialami oleh paulus, Allah mengutus seorang malaikat datang kepada Paulus. Ingatlah janji Allah, br 13:5 Matius 28:20.
Ketiga, Tujuan Allah.
Kisah 27:24. Apakah maksud kalimat ini jika dihubungkan dengan badai yang sedang dialami. Seolah –olah Allah mengatakan seperti ini. Aku memiliki rencana dalam hidupmu, rencanaKu adalah supaya engkau pergi ke Roma. Engkau berada dalam kapal ini dalam rangka mencapai tujuanku agarengkau memberitakan Injil di istana kaisar. Krisis ini tidak akan menghalangi tujuanKu.

Allah memiliki tujuan dalam hidup kita masing-masing. Tidak ada orang yang dilahirkan krena kebetulan. Badai hanyalah penghalang sementara di dalam perjalanan kita mencapai tujuan Allah. Contohnya Naomi. Anak laki-lakinya meninggal dan hanya menantu perempuannya ruth yang ikut bersama sama dia kembali ke Israel. Tetapi melalui Ruth inilah dilahirkan kakenya Daud, ayahnya Daud dan daud.

Jadi tidak ada suatupun yang bisa mengubah tujuan utama Allah dalam hidup kita. Tujuan Allah lebih besar dari situasi apapun yang kita alami. Allah memiliki rencnana yang melampaui persoalan-persoalan yang sdr hadapi sekarang ini. Janganlah berfokus pada masalah, tetapi fokuslah kepada tujuan hidup sdr.

salam
Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

Kategori:Uncategorized

MENGALAHKAN HAWA NAFSU

Hawa nafsu bukanlah masalah sepele

Banyak orang menganggap remeh hawa nafsu. Mereka beranggapan bahwa hawa nafsu seksual adalah wilayah pribadi. Yang penting adalah saya tidak merugikan orang lain. Apalagi kalau saya juga melakukan aktivitas social, di masyarakat di gereja, maka urusan hawa nafsu adalah masalah kecil. Bagi mereka, melihat gambar gambar porno di internet, atau di majalah Playboy adalah sepele, tidak sepenting urusan saya di kampus atau di gereja atau di kantor. Bagaimana dengan hubungan seks bebas? Ada juga yang beranggapan, bahwa itu pun bukan masalah. Yang penting di dalamnya tidak ada pemaksaan, suka sama suka, dan saling menyenangkan satu sama lain. Bagaimana pendapat saudara?
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa hawa nafsu termasuk dosa seksual bukanlah masalah sepele. Bacalah Matius 5: 28-29. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (29) Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Bukanlah Nampak dari ayat ini bahwa dosa hawa nafsu bukanlah masalah sepele. Itu adalah masalah serius yang harus dihadapi dengan keras. Mengapa bisa sangat serius? Karena dampaknya sangatlah serius bagi diri kita. Kalau saudara tidak berjuang dalam studimu atau pekerjaanmu, apakah dampaknya? Dampaknya hanyalah tidak lulus, tidak mendapatkan kebutuhan kebutuhan hidupmu. Hidupmu hanya akan susah di dunia ini. Sebaliknya, kalau kalau saudara tidak berjuang melawan hawa nafsu? Maka dampaknya bukan hanya tidak lulus, tidak mendapatkan uang, tetapi saudara akan dilemparkan ke dalam neraka. Dampak buruk kalau kita tidak berjuang untuk hidup kita adalah kita tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan dan keinginan keinginan kita. Namun dampak buruk dari tidak berjuang melaawan hawa nafsu adalah berdampak kekal, yakni jiwamu akan binasa. John Piper mengatakan bahwa penghakiman terakhir allah jauh lebih menakutkan daripada pembinasaan duniawi. Resiko dari hawa nafsu ini jauh lebih besar daripada bom atom, daripada AIDS, daripada perang. Hawa nafsu, seperti percabulan, kenajisan, nafsu jahat dan juga keserakahan , semuanya itu mendatangkan murka Allah.(Kolose 3:5-6). Murka Allah ini jauh lebih menakutkan daripada murka manusia. Karena mereka yang melakukan percabulan, kecemaran dan hawa nafsu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. (Galatia 5:21).

Hawa nafsu dan keselamatan kekal

Tuhan Yesus memakai ancaman neraka untuk menunjukkan betapa seriusnya dosa hawa nafsu karena doa ini akan menyebabkan seseorang dilemparkan ke dalam neraka. Lalu kita mungkin bertanya, bagaimana dengan orang Kristen? Apakah kita akan kehilangan keselamatan? Apakah jika orang Kristen melakukan dosa hawa nafsu, dia akan masuk ke neraka? Ada banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa dosa hawa nafsu yang mereka lakukan tidaklah berhubungan dengan keselamatan kekal mereka. Mereka beranggapan bahwa kalau saya sudah percaya kepada Kristus, maka walaupun saya melakukan dosa hawa nafsu maka saya pasti tetap masuk sorga dan ancaman Tuhan Yesus yang akan melemparkan pezinah dalam neraka, tidaklah berlaku untuk saya. Betulkah pandangan seperti ini?

Apakah maksud perkataan Tuhan Yesus ini? Apakah maksudnya bahwa jika seseorang jatuh ke dalam dosa hawa nafsu maka orang itu tidak akan masuk sorga. Yang Tuhan Yesus maksudkan disini bukanlah soal jatuh ke dalam dosa hawa nafsu. Yang Tuhan Yesus maksudkan adalah jika anda tidak berjuang melawan dosa hawa nafsu maka saudara akan dilemparkan ke dalam neraka. Jika saudara tidak memerangi dosa seksual maka saudara tidak akan masuk ke dalam sorga. Pada saat kita berperang melawan dosa, bukan berarti bahwa kita selalu akan berhasll dalam peperangan itu. Kita bisa saja kalah dna gagal. Namun intinya adalah saya berniat memerangi dosa itu. Hati saya sudah memutuskan untuk berperang melawan segala dosa hawa nafsu. Inilah tanda dari orang Kristen yang sudah diselamatkan.

Orang Kristen yang sudah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya. Tuhan Yesus mengatakana “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:28). Semua orang yang telah dibenarkan, pasti akan dimuliakan (roma 8:30). Artinya, adalah tidak ada orang yang dibenarkan akan terhilang. Namun kita mesti ingat bahwa ada ayat ayat alkitab yang mengatakan bahwa mereka yang melakukan dosa percabulan akan terhilang (Galatia 5:21; mereka yang tidak mengejar kekudusan tidak akan melihat Tuhan ( Ibrani 12:14), dan mereka yang menyerahkan diri kepada keinginan keinginan jahat akan menerima murka Allah ( Kolose 3:6). Apakah kedua bagian Alkitab ini bertentangan? Bagian yang satu mengatakan tidak akan kehilangan keselamatan, sedangkan yang laun mengatakan bahwa mereka yang tidak mengejar kekudusan akan binasa? Sebenarnya kedua bagian alkitab itu tidaklah bertentangan. Seseorang yang memiliki iman yang sejati, pasti akan dikuduskan oleh iman itu. Iman yang menyelamatkan pasti akan menghasilkan sebuah pengudusan. Iman yang menyelamatkan dari neraka pasti akan menyelamatkan juga dari ahwa nafsu. Ini bukan berarti bahwa hidup kita akan tanpa cacat dan tanpa dosa. Iman yang sejati pasti akan menghasilkan sebuah perlawanan yang tekun terhadap dosa. Iman yang sejati tidak akan menyerah terhadap dosa. Iman yang sejati akan berperang melawan hawa nafsunya. Orang yang punya iman sejati tidak akan berdiam diri dan menyerah saja terhadap hawa nafsu. PAda saat Tuhan Yesus mengatakan “jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (30) Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Mat 5:29-30 . Apakah maksud perkataan Tuhan Yesus ini? Maksudnya adalah dosa itu harus dihadapi dengana keras. Kita mesti melawan dosa. Kita tidaklah menyerahkan diri kepada dosa, tetapi melawannya.

Bagaimana melawan hawa nafsu

Hawa nafsu dilawan dengan iman. Perjuangan kita melawan hawa nafsu adalah perjuangan melawan ketidakpercayaan. Pada saat pencobaan datang menyerang saudara, maka yang diserang adalah ketidakpercayaan kepada Allah. Misalnya, pada saat hawa nafsu seksual mencobai saudara. Suatu gambaran seksual muncul dibenakmu dan saudara dibujuk untuk percaya bahwa dosa seksual itu akan membuatmu lebih bahagia daripada taat kepada Tuhan. Pencobaan untuk berbuat dosa lebih banyak bersifat bujukan dna bukan paksaan. Tidak ada orang yang berdosa karena kewajiban. Kita berbuat dosa karena berpikir bahwa perbuatan itu membuat kita senang dan bahagia di dalam jangka pendek. Nah, dari sinilah kita menghadapi dosa itu. Orang bijaksana mengatakan, dimana saudara jatuh maka disitulah saudara harus berdiri. Kita jatuh ke dalam dosa pada saat kita percaya bahwa perbuata itu membuat kita bahagia. Oleh karena itu, kita memsti menangani dosa dari titik ini. Pada saat kita dicobai untuk berbuat dosa dan dosa dibungkus dengan sangat manis , maka kita mesti menghadapinya dengan iman bahwa saya akan lebih bahagia dan sukakcita kalau taat kepada Allah. Pakailah firman Allah untuk melawan pencobaan yang membujuk kita itu. Mazmur 16:11 menuliskan abwha dihadiratMu ada sukacita yang melimpah dan ditangan kananMu ada nikmati senantiasa. Percayalah firman Tuhan yang mengatakan bahwa jika saya memikirkan hal hal yang baik dna murni maka damai sejahtera Allah akan menyertai saya (Filip 4:8-9) Api kesenangan hawa nafsu harus dilawan dengan api kesenangan akan Allah. Jika kita mencoba melawan hawa nafsu dengan ancaman ancaman maka biasanya kita gagal. Kita harus melawannya dengan suatu janji firman Tuhan bahwa bersama Tuhan akan membuat kita lelbih bahagia daripada melakukan dosa hawa nafsu.

Kategori:Uncategorized

Di Bumi seperti Di Surga (matius 6:10)

Juni 11, 2011 2 komentar

Mengapa Tuhan Yesus menyambung kalimat: “jadilah kehendakMu” dengan kalimat “di bumi seperti di surga?” Jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga. Ini berarti kehendak Tuhan jadi di bumi ini seperti kehendak Tuhan jadi di surga. KehendakNya akan terjadi baik di bumi maupun di surga. KehendakNya bukan hanya jadi di surga saja, melainkan juga di bumi ini. apakah ada kerajaan atau negara yang bisa seperti ini? dimana kehendak dari negaranya bisa semua jadi di negara lain? Kehendak negara Amerika tidak bisa semuanya jadi di negara lain. Mungkin ada yang bisa jadi di negara lain, tetapi itu melalui proses negosiasi dan tidak semua kehendak negara ini bisa jadi di negara lain. Berbeda dengan kerajaan sorga, dimana kehendak dari Raja segala raja bisa jadi di bumi ini.

Oleh karena itu, maka ketika doa ini dipanjatkan kepada Bapa di sorga, maka ada dua makna yang terkandung di dalamnya

Pertama, doa ini memberikan kita pengharapan

kita memiliki pengharapan bahwa kehendak Allah akan terjadi bukan hanya di sorga melainkan juga di bumi. Walaupun saat ini kita melihat adanya kekacauan, kejahatan dalam dunai ini, tetapi kiita punya pengharapan bahwa kehendak Allah untuk kebaikan bagia anak anakNya pasti akan terjadi ditengah tengah segala kekacauan dan kejahatan di bumi ini. Sebelum Kristus datang ke dalam dunia ini, Allah sudah menubatkan bahwa kelak, Juruselamat akan datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia. Kehendak Allah yang di sorga ini dinyatakan kepada manusia melakuai [ara nabi. Allah mulai bekerja untuk menggenapkan rencana ini dengan memilih Abraham untuk menjadi nenek moyang dari Kristus. Allah kemudian mendirikan Israel, dimana melalui bangsa ini, Mesias akan dilahirkan. Namun kita tahu bahwa dunia yang jahat, kuasa kegelapan berusaha menghancurkan bangsa ini dengan berbagai macam cara. Bahkan sampai ketika Kristus lahir pun, dunia ini masih mengancamnya yakni Herodes ingin membunuhNya. Namun semua kekuatan kekuatan jahat itu tidak sanggup mencegah kehendak sorga terjad di bumi ini. Akhirnya, Kristus lahir dan menyelesaikan pekerjaan penebusan bagi umat manusia. setelah itu Injil harus di beritakan dan ini merupakan kehendak sorga, dimana Kristus memberikan perintah, pergilah jadikan semua bansga menjadi muridKu dan Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Injil mulai disebarkan di Yerusalem, Yudea, samaria samai ke eropah dan seluruh dunia. Apakah mudah dan tanpa darah? sulit dan banyak darah kaum martir yang tertumpah. Namun kehendak Allah yang di sorga tetap terlaksana, Tidak ada satu pun kuasa yang bisa menghalangi orang orang untuk bertobat. Tidak ada satu pun kuasa yang bsia mencegah kuasa Tuhan untuk mempertobatkan seseorang. Walaupun ada banyak tekanan, keraguan, namun kalau Tuhan sudah memilihnya, maka kehendak Tuhan pasti terjadi atas diri orang tersebut. Oleh sebab itu, jika sekarang kita sedang melakukan kehendak Tuhan, dan ada begitu banyak tantangan, maka kita tidak perlu kecil hati, karena dalam doa Bapa kami ini terdapat sebuah pengharapan bahwa kehendak Allah di sorga akan terjadi juga di bumi.

Dikusi:

1. Menurut saudara, apakah kehendak Tuhan yang dituliskan di Alkitab mengenai dunia ini?
1 Timotius 2:4 hal ini mendorong kita untuk rajin memberitakan Injil
Yohanes 10:28 Hal ini akan menolong kota untuk terus berjuang dalam kehidupan kristen kita karena kita yakin bahwa kita kelak pasti dimuliakan.
2 Petrus 3:9,10

2. Sharingkan, Kehendak Tuhan untuk diri saudara yang saudara mengerti saat ini. apakah saudara punya pengharapan bahwa kehendak itu apsti terjadi?

Kedua, doa ini membangkitkan pujian kepada Allah

Pada saat kita mengatakan jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga, maka ini adalah sebuah bentuk pujian kepada Allah. soerang raja yang kehendaknya bisa jadi negara lain, maka itu berarti raja tersebut mulia. Oleh sebab itu, doa ketika kita mengatakan jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga, maka itu merupakan kalimat pujian kepada kebesaran dan kuasa Bapa kita di sorga. Pujian diletakkan di tengah tengah doa.Pujian menjadi puase antara 3 permintaan pertama (dikuduskanlah namaMua, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu) dengan 3 permintaan kedua (berikanlah makanan , ampunila kami dan janganlah bawa kami ke dalam pecobaan). Pujian kepada Allah akan menyegarkan doa kita. cobalah praktekkan di tengah doa doa saudara naikkanlah pujian dalam perkataan dan nyanyian.

Kategori:Uncategorized

JADILAH KEHENDAKMU (MATIUS 6:10)

Setiap kalimat-kalimat dalam doa Bapa Kami merefleksikan keinginan Allah bagaimana seharusnya kita hidup. Setiap kali saudara mengucapkan doa Bapa Kami, maka ini harus menjadi tekad kita untuk melakukannya dan menghidupinya. Pada saat saudara mengatakan “dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, maka tambahkanlah kata-kata ini dalam pikiranmu :” di dalam dan melalui diriku”. Dikuduskanlah namaMu di dalam ku dan melalui diriku. Datanglah kerajaanMu di dalamku dan melalui diriku. Dan pada saat kita mengatakan :” jadilah kehendakMu, itu berarti saya akan belajar untuk taat kepada Tuhan”.
Tujuan berdoa menjadi jelas dalam doa Bapa Kami, yakni bukan membuat Allah melakukan kehendakku, seperti praktek praktek magis, melainkan membawa kehendakku ke dalam kehendakNya.
Bukan Kehendakku
Bila kita mengerti kalimat:’jadilah kehendakMu” itu artinya, saya bersedia menyangkal diri dan tetap setia dalam menghadapi perlawanan dari kuasa jahat. Saya tidak dapat mengatakan :’ jadilah kehendakMu” tanpa bersedia menyangkal diri, karena ketika kita berada dalam pekerjaan maka kita biasanya menemukan bahwa yang kita ingin lakukan adalah kehendak kita dan bukan kehendak Bapa. Berdoa “jadilah kehendakMu, secara tidak langsung saya bersedia menyangkal diri, mengatakan “tidak” terhadap kehendakku dan “ya” terhadap kehendak Tuhan. Maksud dari jadilah kehendakMu, adalah benar benar kehendak Tuhan yang saya inginkan terjadi dan saya akan lakukan. Seringkali yang kita inginkan adalah kehendak Tuhan yang sesuai dengan kehendak kita, bukan kehendak Tuhan yang murni yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Belajarlah berdoa seperti Tuhan Yesus di taman Getsemani yang mengatakan : janganlah kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu lah yang jadi. (Matius 26:39, 42). Doa seperti ini membutuhkan harga, pengorbanan, penyangkalan diri.
Jadilah kehendakMu, juga berarti saya akan tetap setia kepada Allah dalam menghadapi semua kuasa kuasa jahat dalam dunia ini, dimana setan adalah penguasa dunia. (Yoh 14:30). Martin Luther menjelaskan “jadilah kehendakMu seperti ini :” Jadilah KehendakMu, ya Bapa dan bukan kehendak dari Iblis, atau kehendak dari orang orang yang hendak menghancurkan firman Tuhan atau yang hendak menghalangi datangnya kerajaan Allah. Dan anugerahkanlah kepada kami kekuatan untuk bisa bertahan dan kedagingan kami tidak menyerah , tidak malas dan tidak lemah. Ketika saudara berdoa :’ jadilah kehendakMu, ini berarti saudara tidak akan menyerah sampai kehendak Allah terjadi dalam hidupmu dan pelayananmu. Berdoalah selelau akan hal ini, karena kita lemah. Kelemahan kita tidak akan menghalangi terjadinya kehendak Allah dalam hidup kita. Kehendak Allah itu mulia dan indah dalam hidup kita. Namun kita ini lemah dan tidak berdaya dalam mewujudkan terjadinya kehendak Allah dalam hidup kita. Oleh sebab itu kita mesti selalu berdoa agar kehendak Allah jadi dalam hidup kita.
DISKUSI:
1. selama ini, ketika berdoa “jadilah kehendakMu”, apakah yang saudara maksudkan seperti yang sudah dijelaskan di atas? Jika ya, berikanlah contohnya
2. Jika bukan seperti yang dimaksud diatas, seperti apakah yang saudara maksudkan ketika berdoa : “jadilah kehendakMu?”
Menerima kehendak Allah.
Kehendak Allah itu terbagi atas dua: pertama, adalah kehendakNya dalam setiap peristiwa yang terjadi dan kedua, kehendakNya yang ada dalam Alkitab. Pada saat kita berdoa “jadilah kehendakMu” berarti kita menerima setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita tanpa komplain kepada Allah. Pada saat kita mengalami hal yang baik dan buruk, menyenangkan, menyedihkan, kita menerima semua itu sebagai kehendak Allah yang terjadi dalam hidup kita dengan senang hati dan rendah hati. (Roma 8:28, Kejadian 50:20). Pada saat kita berdoa “jadilah kehendakMu” itu artnya, kita menerima jika Allah tidak memberikan apa yang kita minta dan harapkan. Seperti inikah yang saudara pikirkan ketika berdoa “jadilah kehendakMu”? Jadilah kehendakMu, berarti kehendak Tuhan berada di atas kehendakku. Jadilah kehendakMu berarti kehendakku yang ikut kehendak Tuhan dan bukan sebaliknya, kehendak Tuhan yang mengiikuti kehendakku.

Jadilah kehendakMu, juga berarti saya meminta Allah untuk mengajarkan kepada saya apa yang seharusnya saya lakukan dan saya berkehendak untuk melakukan nya. Dapatkan anda berdoa seperti ini dari hati anda?
Menemukan kehendak Allah
Namun bagaimana saya bisa mengetahui apa yang Allah ingikan untuk saya lakukan? dengan memberikan perhatian terhadap firman Tuhan, memperhatikan suara hati nurani kita, memperhatikan keadaan yang diizinkan oleh Allah dan dengan mencari nasehat dari orang lain yang mengenal Tuhan. Memang masalah mengerti kehendak Tuhan selalu menjadi pergumulan dari setiap orang kristen. Untuk memahami apa yang dilarang Tuhan, tidaklah sulit karena sudah jelas tercantum dalam Alkitab. Tetapi untuk memahami kehendak Tuhan dalam memilih apa yang merupakan kehendak Tuhan diantara yang baik, ini sangat sulit. Namun jika kita mau mencari kehendak Allah, kita pasti akan menemukan kehendak Allah itu. Yesaya 30:21. Jika kita tidaklah jelas dengan kehendak Allah, maka tunggulah, jikalau masih ada waktu. Jangan mengambil keputusan Tetapi jika sudah tidak ada waktu, buatlah keputusan yang terbaik, dan Allah akan menolong saudara mengerti jika saudara salah jalan.
Perjanjian dengan Allah
Jadilah kehendakMu, bukan hanya sekedar kata kata doa saja, namun ini merupakan komitmen kita untuk taat dengan sukacita kepada Tuhan dan melakukan dengan setia kehendakNya.
Buatlah sebuah komitment untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan. Komitment bahwa diri kita bukan lagi milik kita tetapi milik Tuhan. Bersedia menderita jika itu kehendak Tuhan, Bersedia bekerja untuk Tuhan, hidup bagi Tuhan
Diskusi
Dalam hal apakah anda masih sulit untuk taat kepada Tuhan?
Menurut saudara, dalam hal apakah rekan rekan KTB mu masih kurang dalam ketaatannya kepada Tuhan. Ungkapkanlah jika anda tahu dan bagaimana menolongnya untuk bisa taat sehingga mereka pun bukan hanya dapat mengatakan jadilah kehendakMu, tetapi juga mau menaati kehendak Tuhan.

Kategori:Uncategorized

DATANGLAH KERAJAANMU (Matius 6:10)

Tuhan adalah Raja dalam pengertian berdaulat atas seluruh dunia ini. Hal ini dinyatakan dalam seluruh Alkitab. Tetapi Tuhan sebagai raja atas seluruh alam semesta ini berbeda dengan kerajaanNya. Tuhan sebagai raja atas alam semesta berhubungan dengan ciptaan, pemeliharaan Allah atas ciptaanNya. Sedangkan Kerajaan Allah berhubungan dengan penebusan. Perbedaan ini dalam Alkitab snagatlah penting. Istilah kerajaan dipakai dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dengan pengertian Allah berdaulat secara Universal dan hubungan penebusan melalui Kristus Yesus. Sedangkan istilah “Datanglah KerajaanMu” berhubungan dengan penebusan Kristus di kayu salib. Allah di dalam kedaulatanNya memerintah atas seluruh ciptaan dan memerintah atas seluruh yang dilakukan oleh manusia, baik itu atas orang-orang yang menentangnya maupun atas mereka yang percaya kepadaNya. Allah tetap memerintah dan menghakimi segala perbuatan manusia. Ketika Kain membunuh Habel, Allah menjatuhkan hukuman kepadanya, Ketika Yusuf di jualn oleh saudara saudaranya sebagai budak, Allah tetap memerintah dan berkuasa. Walaupun saudara saudara Yusuf bermaksud jahat namun Allah mereka reka rekakan untuk kebaikan. (Kejadian 50:20). Ketika orang–orang Durhaka menyalibkan dan membunuh Yesus, Allah tetap berdaulat dan memakai semua itu untuk penebusan dosa manusia. Dalam konteks ini Allah itu berdaulat dan menjalankan perannya sebagai raja atas seluruh ciptaan dan alam semesta

Tetapi kedaulatan Allah yang seperti ini merupakan hal yang berbeda dengan kerajaan Allah. Bumi ini merupakan tempat dimana Allah berdaulat dan memerintah, tetapi bukan merupakan kerajaan Allah. Kalau bumi ini sudah merupakan kerajaan Allah, maka doa Bapa kami tidak akan memasukkan kata “datanglah kerajaanMu”. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah dalam hati dan kehidupan orang percaya untuk melepaskan mereka dari yang jahat dan memimpin mereka berjalan dalam kebenaran. Yesus sebagai raja memerintah dalam hati dan kehidupan kita. Dalam kerajaan Allah itu, kita adalah rakyatnya dan Yesus adalah RajaNya. Tidak semua manusia termasuk sebagai rakyat dari kerajaan Allah ini. Hanya mereka yang percaya saja. Semua orang percaya berada dalam kerajaanNya saat ini. Jadi ada dua wailayah pemerintahan yang kita sedang alami. Pertama, adalah wilayah pemerintahana Indoensia dimana SBY adalah Presidennya dan kedua adalah wilayah pemerintahan kerajaan Allah, dimana Kristus adalah RajaNya. Sehingga Kerajaan Allah itu bukanlah sebuah tempat melainkan sebuah hubungan. Kerajaan Allah itu dinyatakan ketika orang orang percaya menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas hidup mereka.

Ketika Tuhan Yesus berkotbah bahwa kerajaan Allah sudah dekat, maka yang Dia maksudkan adalah janji keselamatan yang sudah lama dijanjikan itu sudah berada di depan pintu ketika Kristus inkarnasi dalam dunia ini. (Markus 1:15). Bagaimanakah manusia dapat memasuki kerajaan itu? Dengan bertobat dan percaya kepada Kristus, dengan menjadi murid Kristus dan memberikan hati kepadaNya dan membiarkan Dia membentuk hidup kita, dengan mengashiNya. Inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada Nikodemus (Yoh 3:13-15), bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melihat atau masuk ke dalam kerajaan Allah tanpa mengalami sebuah transformasi yang radikal oleh Roh Kudus, dimana Dia menggambarkan ini sebagai kelahiran Baru. Pasal ini mengajarkan kita bahwa tak seorang pun dapat memasuki kerajaan Allah tanpa pertolongan Roh Kudus. Kerajaan Allah tiba bersama dengan Kristus. Sesungguhnya ketika Kristus berinkarnasi maka , maka Yesus adalah kerajaan Allah di dalam setiap orang. Pemerintahannya atas setiap orang Kristen adalah seperti raja, bersifat pribadi, secara langsung dan mutlak. PernyataanNya adalah pernyataan Allah, PemerintahanNya tidaklah kejam, dan tidak diktator karena Kristus adalah juga Gembala bagi domba dombaNya, ( Yohanes 10:14) dan beban yang diberikanNya juga ringan dan enak (Matius 11:30). Kerajaan Allah berada dalam wilayah anugerah. Maksudnya adalah yang apa yang rusak oleh dosa diperbaiki oleh Allah.

Kerajaan Allah ini berada disini dan setiap orang Kristen berada dalam kerajaan Allah ini. Namun dalam pengertian lain, Kerajaan Allah ini kelak akan dinyatakan secara sempurna ketika Kristus datang kembali untuk kedua kalinya. Doa yang meminta “datanglah kerajaanMu” mengandung makna menantikan datangNya hari Tuhan ini. Namun artinya bukan hanya itu. Berdoa agar kerajaan Allah datang juga berarti, meminta agar Allah memberikan anugerahNya atas dunia ini, yakni membaharui gerejaNya, mempertobatkan orang berdosa, menahan kuasa jahat, memberikan kebaikan dalam dunia ini.

Doa ini penting untuk didoakan oleh setiap orang Kristen, supaya banyak jiwa boleh bertobat, banyak orang Kristen yang diperbaharui dan semakin taat kepada pemerintahan Kristus dalam hidupnya.

Pada waktu saudara berdoa datanglah kerajaanMu, maka hal yang seharusnya ada dalam pikiran kita bukan hanya kerajaan itu datang atas orang orang lain, melainkan kerajaan itu terlebih dahulu datang atas diri saudara. Katakan seperti ini: Tuhan datanglah kerajaanMu, dan mulailah dari diri saya, buatlah saya sepenuhnya taat kepadaMu, jadikanlah saya teman sekerjamu dalam kerajaanMu. ( Kolose 4:11), pakailah saya sejauh yang Tuhan kehendaki untuk memperluas kerajaanMu. Inilah maknanya ketika saudara beroda: datanglah kerajaanMu. Dalam doa Bapa Kami ini “datanglah kerajaanMu, kita sedang meminta agar kita dapat menyangkal diri, memikul salib, dan menaruh perhatian kepada yang tersesat, melayani Tuhan dengan taat sampai Tuhan Yesus datang kembali. Apakah kita benar benar mencari hal hal seperti ini? Biarlah setiap kita menguji diri sendiri dan jika kita sudah memiliki kerinduan itu, maka doa “datanglah kerajaanMu’ akan membuat kita memiliki hal hal tersebut tadi.

Diskusi
1. Pada waktu kita berdoa: datanglah kerajaanMu, apakah yang sedang kita minta?
Jawab:
Pertama, kita sedang meminta agar kerajaan Allah dinyatakan dalam hidup kita, yakni kita dimampukan untuk taat kepada Kristus, menyangkal diri, memikul salib, dan menaruh perhatian kepada yang tersesat

Kedua, kita sedang meminta agar anugerah keselamatan juga dimiliki oleh keluarga kita, sesame kita

Ketiga, kita sedang meminta agr kerajaan Allah yakni kedatangan kristus yang kedua kalinya segera dinyatakan.

2. Pada waktu saudara sedang bekerja, beraktivitas, saudara sedang berada dalam kerajaan dunia ini atau dalam kerajaan Allah. Jelaskan dengan pengalaman saudara.

Jawab: Pada waktu seseorang sedang bekerja, dia berada dalam aturan perusahaan, pemerintah, namun yang paling utama sebagai seorang Kristen adalah dia berada dalam peraturan kerajaan Allah. Hukum kerajaan Allah mengikat dirinya. Dia taat kepada peraturan bukan karena manusia, tetapi terutama karena Raja, Yesus kristus meengawasi dan melihatnya.

Pada waktu saudara melayani, apakah saudara bisa melihat bahwa dirimu sedang berada dalam wilayah kerajaan Allah? Dan bukan sekedar dalam sebuah organisasi gereja? Ceritakan pendapat saudara

Kategori:Uncategorized

Doa syafaat Abraham untuk SODOM (Kejadian18:16-33)

Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant
kotbah.org

Apa itu doa syafaat
Ada seorang hamba Tuhan menceritakan pengalamannya. suatu hari dia ke rumah jemaatnya, yang bernama Joni.
Pendeta ini bertanya: apakah kamu berdoa tiap malam?
Joni : enggak, karena saya tidak setiap malam
membutuhkan sesuatu
Beberapa orang Kristen punya pandangan seperti ini. Karena semuanya berjalan lancar maka saya tidak perlu terus berdoa. Semua kebutuhan saya sudah terpenuhi, jadi cukuplah sekali kali berdoa. Ini adalah pandangan yang salah mengenai doa. Doa itu bukan hanya meminta untuk kebutuhan pribadi. Doa juga adalah meminta untuk kebutuhan orang lain, meminta agar Tuhan memberkati gereja, bangsa, penginjilan, para misionaris. Ini yang disebut dengan doa syafaat. Jadi doa pribadi adalah pemintaan untuk keperluan saya dan juga untuk keperluan orang lain dan untuk pekerjaan Tuhan. Paulus mengatakan ini dalam 1Ti 2:1-3 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita
Mengapa berdoa syafaat?
Kita harus berdoa syafaat. Karena jika tidak pernah berdoa syafaat, maka kerohanian kita selama ini tidak bertumbuh. Tanda dari kedewasaan rohani adalah doa syafaat. orang kristen yang berdoa syafaat adalah orang kristen yang bertumbuh kerohaniannya. Mereka yang tidak berdoa syafaat tidaklah bertumbuh. Hal yang menarik dari kisah ini adalah bukan Lot yang berdoa untuk sodom melainkan Abraham. Padahal Lot tinggal di Sodom sedangkan Abraham tidak tinggal di Sodom. Mengapa Abraham yang berdoa untuk sodom sedangkan Lot tidak berdoa untuk sodom? Kita mungkin mengatakan karena Allah memberitahukan rencanaNya untuk memusnahkan sodom kepada Abraham sedangkan kepada Lot, tidak. Namun pertanyaannya adalah, seandainya Lot berada di posisi Abraham saat itu dan diberitahukan mengenai rencana Allah untuk memusnahkan Sodom, apakah Lot juga akan berdoa seperti Abraham berdoa untuk Sodom? Saya yakin tidak. Doa Lot yang dicatat oleh Alkitab dalam peristiwa sodom adalah doa untuk keselamatan dirinya sendiri, bukan doa syafaat untuk keselamatan orang lain. Walaupun Lot diberitahukan rencana Allah sebelumnya, dia tidaklah punya kapasitas untuk berdoa syafaat bagi Sodom, karena kehidupan rohani Lot telah banyak dipengaruhi oleh hal hal duniawi. Sangat berbeda dengan Abraham, Abraham adalah orang yang bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan. Hasil dari peprtumbuhan rohani ini adalah Abraham berdoa bagi sodom ketika dia mengetahui rencana Alah untuk memusnahkan sodom.
Dr. Finney, seorang pengkotbah kebangunan rohani pada abad ke…. mengatakan: Allah berkomunikasi kepada manusia dengan 3 cara, pertama, melalui firmanNya dalam Alkitab, kedua melalui pemeliharaannya, ketiga melalui RohNya yang Kudus yang memberikan instruksi dan gerakan kepada kita untuk berdoa. setiap kali saudara digerakkan untuk berdoa, maka itu adalah suara Tuhan untukmu. Tuhan sedang berbicara dalam hatimu untuk datang kepadaNya dalam doa membawa semua persoalan persoalanmu. Apalagi dalam doa syafaat. Orang kristen yang sudah bisa mendoakan orang lain, yang mendoakan gereja, yang mendoakan bangsa dan negara, adalah orang orang yang sudah mendengarkan suara Tuhan untuk berdoa syafaat. orang kristen itu pasti sudah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan sebelum dia berdoa syafaat. Doa syafaat Abraham adalah hasil daripada pembicaraannya dengan Tuhan. Hasil daripada pengenalanNya kepada Tuhan. Pada saat kita bertumbuh dalam komunikasi dengan Tuhan, dalam pengenalan akan Tuhan, maka hasil yang terlihat bukan hanya pengetahuan mengenai Tuhan, tetapi ada sebuah perubahan dalam doa doa kita. Doa-doa kita tidak lagi berpusatkan kepada diri sendiri tetapi kepada Allah. Doa doa kita bukan hanya melulu meminta untuk diri sendiri tetapi juga akan meminta untuk orang lain, untuk gereja, untuk masyarakat, untuk bangsa dan untuk dunia ini. inilah hasil daripada sebuah pertumbuhan rohani, yaitu akan menghasilkan doa syafaat. Lot tidak berdoa syafaat karena tidak bertumbuh. Abraham berdoa syafaat karena bertumbuh. Musa berdoa syafaat karena bertumbuh. Daniel berdoa syafaat karena berumbuh. Karena Nehemia bertumbuh, maka dia berdoa syafaat. Bagaimana dengan saudara? Pertumbuhan rohani dapat terlihat dari buahnya, dan salah satu buahnya adalah menjadi orang orang yang tidak egois lagi dalam doa.
Orang kristen yang masih egois dalam doa doanya tidaklah bertumbuh dalam kerohaniannya. Zaman kita sekarang adalah zaman si aku. Si aku bukan hanya berada dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam dunia rohani. Kebanyakan permintaan kita adalah kesehatanku, keluargaku, pekerjaanku, usahaku, keamananku. Jarang sekali kita minta untuk kesehatannya, keluaragnya, pekerjaannya, keamanannya. Padahal Tuhan Yesus dalam pengajaran doa Bapa kami, mengajarkan sebuah prinsip doa bahwa doa itu bukan hanya untuk saya, tetapi untuk kami. Bapa KAMI di surga, berikanlah KAMI pada hari ini makanan yang secukupnya, ampunilah KAMI akan kesalahan kami, Janganlah membawa KAMI ke dalam pencobaan. Semuanya memakai KAMI, bukan saya. Namun seringkali ketika kita berdoa bapa kami pun, yang ada dalam pikiran kita tetap si aku. Pada waktu saudara mengatakan Bapa kami di sorga, berikanlah makanan kami yang secukupnya pada hari ini, ampunilah kami, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Dalam pikiran kita, siapa itu kami? Jujur, seringkali kami yang kita maksud itu adalah keluargaku. Berikanlah makanan untuk keluargaku pada hari ini, ampunilah keluargaku, janganlah bawa keluargaku dalam pencobaan. Padahal; kami disini adalah saya dan orang orang percaya lainnya, karena doa Bapa Kami ini diajarkan kepada kelompok murid murid Tuhan Yesus yang pada waktu itu datang meminta diajarkan untuk berdoa.
Pada saat kita dapat mendoakan orang lain dalam doa doa pribadi kita, maka kita adalah orang Kristen yang bertumbuh dalam kerohanian kita. Abraham punya ahti untuk mendoakan Sodom karena dia dewasa dalam kerohaniannya. Demikian juga dengan saudara. Tanda kedewasaan rohanimu juga bisa dilihat dari doa doamu.
Aplikasi: tanda kedewasaan rohani dan doa syafaat
Berdoa syafaat bukan hanya merupakan tanda bahwa kerohanian seseorang bertumbuh, tetapi doa syafaat juga dapat membantu kita bertumbuh dalam kerohanian. Kita akan semakin mengenal Tuhan setelah berdoa syafaat. Abraham semakin bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan setelah berdoa syafaat. Meyer menuliskan: bahwa secara sepintas, seakan-akan Abraham membawa Allah dari point ke point. Secara sepintas kelihatannya Abraham pandai sekali, yakni dia berdoa meminta dahulu jika ada lima puluh orang benar, apakah Allah akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? Lalu setelah Tuhan menjawab “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” Setelah permintaannya dikabulkan, Abraham menaikkan lagi negosiasinya, yakni sekarang, empat puluh lima orang benar, jika ada di Sodom, apakah Allah akan memusnahkan Sodom bersama sama orang benar? Tuhan menajwab : “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.” Abraham menurunkan lagi jumlah orang benarnya, yakni empat puluh orang. Tuhan Ok. Kemudian Abraham, turunkan lagi tiga puluh orang benar, dan Tuhan tetap Ok. Abraham nego lagi, minta bagaimana kalau ada dua puluh orang benar dan Tuhan tetap mengatakan: Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.” Dan terakhir, Abraham mengatakan : sekiranya Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”. Kalau kita perhatikan percakapan Allah dengan Abraham itu, kelihatannya, seolah olah, Abraham membawa Allah dari lima puluh orang benar menjadi sepuluh orang benar. Kata meyer, sebenarnya, bukan seperti itu. Bukan Abraham yang membawa Allah dari lima puluh orang benar kepada sepuluh orang benar., Bukan Abraham yang memakai taktik dalam menawar kemurahan dan pengampunan Allah atas kota sodom. Bukan Abraham yang menarik Allah dari lima puluh ke sepuluh. Sebaliknya, Tuhan lah yang membawa Abraham berdoa seperti itu, Tuhan sedang mendidik Abraham dalam menaikkan doa syafaat. Abraham tidak bisa mempelajari kemurahan dan kebenaran Allah sekaligus. Dia harus memanjat ketinggian step by step, langkah demi langkah. Setelah dia melangkah satu per satu barulah dia berani meminta permintaan selanjutnya. Saya yakin, Abraham tidak merencanakan membuat taktik doa seperti ini yakni, dari lima puluh orang benar ke sepuluh orang benar. Abraham bisa terus turun dari lima puluh, empat puluh lima, empat puluh, tiga puluh, dua puluh, sepuluh, karena dia melihat bahwa Allah itu murah hati dan mau menjawab setiap permintaannya, makanya dia terus turunkan sampai sepuluh orang benar. Jadi sebenarnya Allah lah yang sedang membawa Abraham kepada tingkatan itu. Allah yang menarik Abraham untuk terus belajar akan kemurahan Allah dan kebenarannya Allah.. Dari setiap jawaban Tuhan yang mengabulkan doanya, Abraham belajar bahwa Allah itu benar dan Allah itu penuh kemurahan. Doa syafaat yang Abraham panjatkan untuk Sodom membawa Abraham kepada tingkatan rohani yang lebih tinggi lagi, dan membawa Abraham kepada pengenalan yang lebih dalam lagi mengenai Allah. Doa Syafaat akan menolong kita untuk bertumbuh dalam kerohanian.
Kalau kita mau dibawa oleh Tuhan kepada tingkatan pertumbuhan rohani yang lebh tinggi dari sekarang, doakanlah orang lain, doakanlah gereja, doakanlah penginjilan, doakanlah bangsa dan Negara.
Aplikasi: doa syafaat + menolong untuk bertumbuh

Bagaimana cara Abraham berdoa syafaat?
Abraham berdoa secara biblical. Dia mengatakan dalam doanya, “apakah Engkau akan melenyapkan oang benar bersama sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena ke lima puluh orang benar yang ada dalam kota itu? Jauhlah kiranya daripadaMu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersamasama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah olah sama dengan orang fasik. Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?
Abraham tahu dari kisah Air Bah yang pernah melanda bumi, bahwa Allah itu adalah Allah yang adil, yang akan melenyapkan orang fasik n dan menyelamatkan orang benar. Kalimat-kalimat doanya mantap karena didasari dengan pemahaman yang benar mengenai karakter Allah adil. Dia berdoa secara biblical meskipun saat itu Alkitab belum dituliskan secara lengkap untuk Abraham. Namun dia berdoa dengan pemahaman yang benar mengenai Allah.
Saat ini kita sudah memiliki Alkitab secara lengkap. Seharusnya kita berdoa bisa jauh lebih baik daripada Abraham karena kita memiliki pengertian yang lebih utuh akan Allah dan kehendakNya. Kita memiliki sangat banyak contoh contoh doa dalam Alkitab yang bisa kita pakai untuk menaikkan doa doa kita. Mengapa berdoa termasuk doa syafaat terkadang terasa membosankan dan seringkali terasa hambar? Pada waktu saya berdoa, memang terkadang terasa hambar. Saya bertanya Tanya mengapa yah? Ternyata penyebabnya adalah kalimat yang saya katakan itu itu saja. Abraham berdoa sesuai dengan apa yang Alkitab katakan mengenai Allah, yakni Allah itu adil dan pasti menghukum dengan adil. .Berdoa terkadang terasa menjenuhkan bukan karena doa itu membosankan. Doa terasa membosankan karena kita yang membuat nya terasa membosankan. Tanpa kita sadari kata kata doa kita itu itu saja sejak kita bertobat sampai hari ini. Pada saat kita mengubah kata kata doa kita menjadi kata kata dalam alkitab, maka doa itu akan lebih hidup, menyegarkan dan efektif. Pakialah kitab mazmur. Satu hari satu pasal mazmur untuk didoakan akan memperkaya dan membuat doa saudara lebih berkuasa. Urutlah mulai dari pasal satu sampai pasal 150. Steven Wright mengatakan:

Inilah pencurian yang dapat dibenarkan
mendokan kata kata pinjaman ini
kata kata saya sendiri telah habis bertahun tahun lalu
seperti angin ketika sebuah kapal menabrak kelesuan
saya karam
kurang doa
hingga saya belajar bagaimana meminjam kata kata
kini permohonan permohonan dalam mazmur menjadi permohonan permohonan saya

Bagian-bagian kitab yang lain juga dapat saudara pakai dalam menaikkan doa syafaat. Dengan memakai ayat ayat Alkitab dalam kata kata doa akan memperluas doa doa saudara, menyegarkan dan memperbaharui doa saudara.
Berikut ini adalah contoh memakai ayat Alkitab dalam doa doa kita
Mendoakan anak
• Agar mereka hidup dalam kebenaran (1 Yoh 1:4)
• Bertambah besar , bertambah hikmatNya, semakin dikasihi Allah dan manusia ( Lukas 2:52)
Mendoakan saudara seiman di gereja
• Menguatkan dan meneguhkan dia oleh RohNya di dalam batinnya (efesus 3:16)
• Supaya dia berakar serta berdasar di dalam kasih (efesus 3:17)
• Supaya dia dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (19) dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. (Efesus 3: 18-19)

Mendoakan keluarga yang belum percaya
• Agar ada yang memberitakan Injil kepada mereka
• Agar mereka diberikan kesempatan mendengar Injil dan percaya kepada Kristus. (Roma 10:14)
Mendoakan gereja
• Agar anggota gereja diberikan roh hikmat dan wahyu untuk mengenal dia dengan benar (Efesus 1:17)
• Supaya bertumbuh, dan setiap hari Tuhan menambahkan jumlah dengan orang yang diselamatkan (Kisah rasul 2:47).
Saudara bisa memakai ayat ayat yang lain lagi sebagai dasar doamu yang sesuai dengan pergumulan orang yang akan didoakan.

Bagaimana cara Abraham berdoa syafaat? Abraham berdoa bukan hanya secara biblical. Namun dalam doanya, Abraham mengemukakan alasannya. Abraham berkata “Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” Abraham ber-argumen bahwa Allah harus dilihat dan dikenal dalam perbuatanya yang adil dan ini tidak akan terjadi kalau orang benar dibinasakan bersama sama derngan orang jahat. Abraham mengetahui Allah sebagai Allah yang adil dan Juruselamat dan dengan dua pengetahuan ini, dia membangun alasannya ketika berdoa. Saya sudah pernah menyampaikan dalam KTB bahwa dalam doa kita mesti punya alasan. Ketika minta kepada Tuhan kemukankalah alasannya mengapa saudara meminta itu kepada Allah. Dari doa syaafatnya Abraham terlihat dengan jelas dia memberikan alasan mengapa dia meminta agar Tuhan jangan membinasakan sodom kalau ada 50 orang benar dalam kota itu. karena kalau Tuhan melakukannya maka orang akan memandang Tuhan itu tidak adil karena membinasankan orang benar bersama sama dengan orang fasik.
Alasan yang sama juga dipakai oleh Musa ketika Musa berdoa agar Tuhan jangan membinasakan umat Allah, dimana Allah hendak membuat sebuah umat yang baru melalui keturunan Musa. Musa memberikan alasan bahwa kalau Tuhan membinasakan seluruh Israel, maka bangsa bangsa lain akan mengatakan bahwa Tuhan membawa keluar bangsa Israel dari Mmesir dengan maksud untuk membunuh mereka di gunung dan bukan untuk memberikan mereka tanah perjanjian. Allah mendengarkan Musa dan tidak jadi membinasakan bangsa Israel. (Keluaran 32:11-14).
Berdoa dengan memakai alasan, akan menolong kita untuk mengetahui motivasi dari permohonan kita. Mengapa seringkali doa kita tidak dijawab oleh Tuhan? Karena salah motivasi. Rasul Yakobus mengatakan :’ Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. (Yakobus 4:3). Ketika kita memberikan alasan mengapa kita memintanya kepada Tuhan, maka hal ini akan menguji motivasi apa yang ada di balik permintaan itu. Jawablah dalam hati saudara saat ini.
Mengapa saudara meminta agar diberkati dalam pekerjaanmu
Mengapa saudara minta disembuhkan?
Mengapa saudara minta kesehatan dan panjang umur?

Kemukakanlah alasannya dihadapan Tuhan. Hal ini menguji motivasi kita meminta bahwa apa yang kita minta bukan untuk memuaskan hawa nafsu. Kalau saudara akan bernegosiasi dengan seseorang, pasti saudara akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan negosiasi itu. Demikian juga pada saat kita hendak berdoa, kita juga terkadang perlu menyiapkan diri untuk negosiasi dengan Allah. Memang tidak setiap doa harus dipersiapkan terlebih dahulu. Ada doa yang spontan, namun ada juga doa yang mesti dipersiapkan dengan baik sebelumnya, baik itu dasar Alkitabnya maupun alasannya. Doa dipersiapkan dengan baik bukan dengan tujuan didengar oleh manusia tetapi untuk didengar dan dijawab oleh Tuhan. Tuhan juga menjawab kita melalui bagaimana ucapan kita.
Suatu hari Tuhan Yesus oleh seorang perempuan Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. (27) Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (28) Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (29) Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (30) Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar. Mar 7:26-30
Karena alasan yang dikemukakan oleh perempuan itu, karena kata katanya, maka permintaannya dikabulkan. Iman dinyatakan melalui perkataan kita. Kalau kita akan meminta bantuan kepada seseorang, kita pasti akan mempersiapkan sejumlah argument supaya kita dibantu khan? Katanya kalau mau pinjam uang ke bank, ada yang namanya wawancara. Saudara pasti mempersiapkan sejumlah argument untuk wawancara itu. Mengapa ketika datang berdoa kepada Tuhan dan meminta sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, saudara tidak mempersiapkan dirimu dengan firman Tuhan untuk bernegosiasi dengan Allah? Dengan negosiasi, dengan memakai firman Allah, kita akan semakin mengenal Allah yang kita sembah. Abraham bernegosiasi dengan Allah, dan dia semakin ditarik oleh kemurahan Allah dan semakin bertambah dalam pengenalannya akan Allah.

Apa hasilnya?
Apa hasil doa syafaat Abraham? sepertinya Tuhan tidak menjawab doanya karena Sodom tetap dimusnahkan, sebab dalam kota Sodom tidak ada 10 orang benar. Sodom tetap dihukum karena kejahatan mereka. Namun sebenarnya Tuhan juga menjawab doa Abraham karena Tuhan tidaklah memusnahkan orang benar. Lot tetap diselamatkan. Inilah hasil dari sebuah doa syafaat. Kalau Abrham, tidak berdoa, yakinlah Lot pasti mati juga bersama-sama dengan istri dan anak anaknya. Lot selamat karena doanya Abraham. Seandainya Abraham tidak berdoa, maka Lot sekeluarga sudah mati oleh hujan belerang dan api dari langit. Walaupun Lot sekeluarga orang benar, namun sebenarnya mereka layak dihukum mati. Mengapa? Karena
Abraham meminta kepada Allah seperti ini dalam kejadian 18:23-25 Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? (24) Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? (25) Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” seandianya Tuhan menghukum seluruh kota walaupuna da 50 orang ebanr di dalamnya, apakah Tuhan sudah sewenang wenang dan bertindak dengan tidak adil? sebenarnrya Tuhan tetap adil ketika menghukum satu kota walaupun dalam kota itu ada 50 orang benar. Mengapa? karena 50 orang benar itu telah berdosa karena tidak menjalankan fungsi sosial mereka dengan baik. Mereka tiak bisa menjadi terang dan garam ditengah tengah kegelapan dan kebusukan.
Alkitab mengajarkan kepada kita adanya tanggungjawab sosial dan dosa sosial. satu roang berdosa saja pun dalam sebuah komunitas maka seluruh komunitas pantas mendapatkan hukuman. Apalagi kalau 99 persen komunitas berdosa. Yang 1 persen pasti tidak akan lolos kalau tidak mendapatkan kemurahan Allah. Malcolm Brownlee mengatakan bahwa dalam Alkitab hal-hal perorangan tidak terpisahkan dari hal-hal sosial. Dalam agama Yahudi dan Kristen individu selalu dilihat dalam konteks sosialnya. Namun banyak orang kurang merasa bertanggungjawab dalam masyarakat umum. Alkitab melihat manusia sebagai mahluk sosial. Tindakan jahat yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang dalam sebuah kelompok atau bangsa dapat membuat semua orang menderita atau mendapatkan hukuman. Sebuah contoh dapat dilihat dalam Yosua 7. Karena dosa Akhan yang mengambil sesuatu yang dikhususkan bagi Tuhan berakibat 36 orang Israel mati terbunuh di kota Ai, 3000 orang melarikan diri dari tentara Ai, dan seluruh bangsa menderita penghinaan karena dikalahkan oelh bangsa lain. Pada bagian lain dari Alkitab yaitu 1 Tawarikh 21:17 memperjelas argumentasi ini bahwa satu atau beberapa orang berbuat dosa semua orang bisa kena hukumannya. Raja Daud menyuruh Yoab dan pemuka rakyat untuk menghitung jumalah bangsa Israel. Tetapi hal itu dipandang jahat oleh Tuhan sebab itu dihajarnya orang Israel. Raja Daud dengan menyesal berkata kepada Tuhan: “Bukankah aku ini
yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka ? Ya Tuhan, biarkanlah kiranya tanganMu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umatMu.” Dalam Perjanjian Lama, Allah menghukum bukan individu-individu saja, tetapi juga kota-kota seperti Sodom dan Gomora dan negara-negara seperti Israel dan Babel. Peristiwa Sodom dan Gomora yang dihancurkan oleh api dari langit mengingatkan kita akan adanya tanggungjawab kolektif dari suatu kota, daerah ataupun bangsa, dan ini sudah merupakan alasan bagi Tuhan untuk menjatuhkan hukumannya dengan bencana yang mengerikan.?
JAdi sebenarnya kalau pun ada 50 orang benar di dalam kota sodom , kota Sodom tetap layak dimusnahkan karena ke 50 orang benar itu telah berodsa secara sosial dalam kota itu, mereka terikat secara sosial. Pada waktu Tuhan mengabulkan permintaan Abraham bahwa Tuhan tidak akan memusnahkan seluruh kota karena yang 50 orang itu, maka itu adalah anuegrah. Kalau Abraham tidak berdoa, seandianya ada 100 orang pun orang benar, Tuhan bisa saja memusanhkan kota itu. Namun Tuhan baik dan Dia mengabulka permitaan Abraham dengan berkat dalam yat 26, “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” Apalagi ternyata keyantaatnya hanya ada satu kelaurga orang benar. Oleh sebab itu jelas bagi kita bahwa seandianya Abraham tidak berdoa syafaat saat itu, Lot juga akan binasa karena Lot juga berdosa secara sosial. Namun berkat doa abraham Lot selamat. Jadi Doa itu syafaat itu mujarab.
Saya melihat ada banyak sekali doa syafaat saya yang dijawab oleh Tuhan. Saya pernah mendoakan papa saya agar percaya kepada Tuhan Yesus, saya juga pernah mendoakan om saya, mendoakan ipar saya, adik saya, dan sekarang mereka semuanya sudah percaya kepada Kristus bahkan sangat giat beribadah kepada Tuhan. Doa syafaat itu mujarab. Bawalah keluargamu, sesamamu, gereja, bangs dan Negara kepada Tuhan. Kita terikat secara sosail dengan gereja, dengan masyarakat, dengan bangsa dan Negara ini. Kita turut bertanggungjawab dengan apa yang terjadi di keluarga kita, di gereja kita di kita bandung, dan di Indonesia.
Penutup:
Kehadiran kita di sebuah keluarga, di gereja di masyarakat dan di tengah tengah bangsa dan negara memiliki dampak yang sangat besar. Perhatikanlah Kejadian 18:32, dimana Abraham meminta lagi untuk terakhir kalinya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”
Tuhan berjanji tidak akan memusanhkan Sodom kalau ada 10 orang benar saja dalam kota itu. Kalau kita berdoa, maka walaupun hanya ada 10 saja orang benar, maka Tuhan akan menyelamatkan kota sodom. Sebenarnya orang fasik sangatlah berhutang kepada orang benar. Demi karena umat Tuhan, maka berkat diberikan kepada yang tak pantas menerimanya dan penghakiman dialihkan dari mereka yang seharusnya dibinasakan. Kambing domba Laban bisa berlipat ganda dikarenakan ada Yakub disana (Kejadian 30:27). Potifar menjadi makmur dikarenakan Yusuf bekerja padanya. (Kejadian 39:5). Allah menyelamatkan semua penumpang kapal yang sedang berlayar menuju ke Roma dan dilanda oleh badai yang dahsyat dikarenakan paulus ada di kapal itu (Kis 27:24). Yeremia 5:1 mengatakan bahwa Allah tidak akan membuang bangsa Israel ke dalam pembuangan jika ada satu saja orang benar dalam kota itu. Demikian juga halnya, Tuhan sudah berjanji bahwa jika ada sepuluh orang benar dalam kota itu, maka kota itu tidak akan dibinasakan. Bukankah ini luar biasa? betapa luar biasanya peran orang benar itu dalam kehidupan sehari hari. Meyer menuliskan: Orang orang fasik sangat lah tidak menyadari bahwa mereka berhutang kepada kehadiran anak anak Tuhan di tengah tengah mereka.
Kehadiran orang benar itu sangat penting dalam sebuah kota. Orang orang yang tidak benar mungkin tidak menyadari pentingnya kehadiran orang benar ini. Tetapi saudara menyadari dan mengerti hari ini betapa pentingnya kehadiran orang benar untuk mencegah penghukuman Allah. Kebenaran hidup saudara memberikan pengaruh yang besar dalam di lingkungan saudara tinggal. Seandainya saja ada 10 orang benar yang ada waktu itu di sodom dan gomora, maka sodom dan gomora pasti masih ada. Kehidupan yang benar yang saudara jalani di dunia ini memang penting bagi keluarga saudara, namun juga penting bagi dunia ini. Hidupkah dengan benar dan takut akan Tuhan. Itu bukan hanya menjadi berkat bagi dirimu tapi menjadi berkat juga bagi orang orang sekitarmu dan berkat bagi dunia ini. Berkat ini bukan hanya karena kesaksian hidupmu yang membuat mereka kagum dan berubah tetapi kebenaran hidupmu , dan doa doa syafaatmu akan menjadi pertimbangan bagi Allah untuk segera menjatuhkan hukuman atau memberikan waktu lagi untuk bertobat.
Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant
kotbah.org

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.