Arsip

Posts Tagged ‘Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan’

Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan

September 11, 2012 Tinggalkan komentar

Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan

 

Apa bunyi perintah ketiga?

Perintah ketiga berbunyi,”jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan

Apa yang dituntut dalam perintah ketiga?

Perintah ketiga menuntut kita untuk memakai nama, gelar, atribut, ketetapan, Firman dna karya Allah dengan kudus dan penuh hormat

Pada Perintah pertama, kita bersalah kalau menyembah “allah” yang palsu  Pada perintah kedua, kita bersalah kalau menyembah Allah yang benar dengan cara yang salah. Sedangkan pada perintah ketiga ini, kita bersalah kalau kita menyembah Allah yang benar dengan cara yang benar tetapi  tanpa hati yang tulus.

Perintah ketiga mengajarkan sikap yang dituntut di dalam ibadah yang sejati. (Yos 24:14). Pemazmur berkata “Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu diseluruh bumi (Mzm 8:2).  Bagaimanakah seseorang menyebut nama Tuhan dengan sembarangan?

Pertama, Ketika seseorang memaki atau mengutuk dengan memakai nama Allah .

Terkadang kita membenarkan diri dengan mengatakan bahwa kata-kata makian, atau spontanitas itu kita katakan tanpa sadar dan tidak bermaksud mempermainkan nama Allah. Namun hal inilah yang dilarang oleh Allah. Kata “sembarangan” memiliki arti “dengan gegabah atau tanpa berpikir”. Artinya memakai kata yang penting seolah-olah kata itu tidak mempunyai arti yang tinggi dan kudus.

Kedua, ketika bersumpah tanpa alasan yang berbobot dan dengan cara yang benar.

Apakah kita boleh berssumpah atau tidak boleh bersumpah? Bandingkan Matius 5:34-37 bdk Ul 6:13. Dalam Matius 5:34-37 Tuhan Yesus menegur kebiasaan orang Yahudi untuk bersumpah dengan segala macam  hal, kecuali nama Allah. Orang Yahudi menghindarkan diri bersumpah dengan memakai nama Allah. Oleh sebab itu mereka memakai  sorga, Yerusalem dll untuk bersumpah. Dengan cara ini mereka menganggap bahwa mereka bisa bersumpah sesering mungkin dan tetap tidka berdosa karena tidak menyebut nama Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus menegor dan mengatakan bahwa metode bersumpah dengan cara seperti ini tetap  sama salahnya dengan bersumpah secara langsung menyebut nama Tuhan. Sebabnya adalah pada waktu seseorang bersumpah menyebut kata sorga, Yerusalem, hal itu secara otomatis mengaitkan Allah yang ada di sorga dan Yerusalem sebagai kota yang dipilih Allah. Bersumpah itu dilarang kalau dilakukan dengan sembrono dan dengan alasan yang tidak berbobot. Kita boleh bersumpah, jika itu dilakukan dengan alasan yang berbobot dan dalam suatu cara yang benar, misalnya bersumpah di pengadilan. Pendahulu gereja Reformed membuat sebuah perjanjian denga sungguh-sungguh dan bersumpah untuk setia kepada prinsip kekristenan reformed. Kita harus yakin pada waktu kita bersumpah bahwa kita melakukannya dengan persetujuan Allah dan bahwa apa yang kita teguhkan itu benar dan bahwa kita melakukannya dengan hati yang tulus. Bersumpah tanpa alasan yang berbobot dan tanpa cara yang benar, sama saja dengan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

Ketiga, mengucapkan kata Tuhan tanpa ketulusan.

Arti kata menyebut nama Allah adalah meninggikan. Maksud dari perintah ini adalah jangan meninggikan nama Tuhan dengan sembarangan. Ini artinya, kita tidak boleh berdoa tanpa rasa hormat yang mendalam. Kalau kita berdoa tidak konsentrasi,maka kita telah menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Ini juga berarti kita tidak boleh asal menyanyi memuji nama Tuhan.Pikiran kita tidak boleh melayang ketika berdoa atau pun menyanyi.  Menyanyi  memuji nama Tuhan tanpa perhatian dan hati, sama artinya dengan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

Sehingga jelas bagi kita bahwa dalam perintah ketiga ini, berkenaan dengan aspek penyembahan yang tidak  dapat diketahui oleh siapa pun kecuali oleh Allah sendiri. Orang kristen dapat dikenal kesalahannya dengan memakai dua perintah yang pertama. Kita dapat mengatakan seseorang  salah kalau menyembah bukan Tuhan Yesus. Kita juga dapat mengatakan seseorang keliru kalau menyembah dengan memakai patung ataupun gambar. Tetapi kita tidak bisa mendeteksi pelanggaran perintah ketiga ini yakni mengucapkan kata Tuhan tanpa ketulusan. Ini hanya bisa dilihat oleh Allah saja dan Allah saja yang akan memberikan penghakiman yang benar dan adil. Perhatikanlah Yudas Iskariot. Ia mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Apakah Yudas Iskariot menyembah Allah yang benar? Ia. Yudas Iskariot tidaklah menyembah ilah yang palsu. Apakah Yudas Iskariot menyembah Yesus dengan cara yang salah? Juga tidak. Ia melakukan hal yang sama dilakukan oleh murid-murid yang lain. Namun Yudas melanggar perintah ketiga ini, yakni dalam penyembahanNya kepada Kristus, dia melakukannya tanpa ketulusan dan iman. Ibadahnya, keikutsertaannya sebagai murid Tuhan adalah sia-sia, karena tidak ada ketulusan hati. Kita mesti berhati hati karena bisa juga jatuh dalam dosa ini. Jangan sampai kita menyembah Allah hanya secara fisik saja tetapi tidak dengan hati. Penyebahan yang sejati bergantung kepada hati.

Diringkas dari G.I.Williamson, Katekismus singkat westminster 2 (Jakarta: Momentum, 2006)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.