MERENCANAKAN UNTUK BERDOA (Daniel 6:10)

Agustus 16, 2016 Tinggalkan komentar

Oleh Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

Ada dua hal yang dapat mempertajam kehidupan doa kita yaitu, ALkitab da orang orang kristen dewasa lainnya, baik yang kita bisa langsung berbicara dengan nya maupun melalui membaca kisah hidupnya.
Doa itu penting. Kita belajar berdoa melalui ALkitab dan contoh dari orang orang kristen yang dewsa kehidupan rohani. melalui dua hal ini, dapat mempertajam kehidupan doa kita. Bagaimanakah kehidupan doa saudara saat ini? Konsep kita mengenai doa akan mempengaruhi cara kita berdoa. Kita perlu memiliki konsep doa yang benar. J.I packer memebrikan beberapa hal mengenai doa yang perlu kita perhatikan
1. Kita sedikit berdoa karena kita tidak berencana untuk berdoa.
Mengapa kita tidak pernah hanyut dalam sebuah doa yang lama? Mengapakita tidak memiliki disiplin berdoa? Itu karena kita tidak merencakan waktu untuk berdoa. Kita harus secara sadar menyediakan waktu agar pada waktu itu kita tidak melakukan hal yang lain, kecuali berdoa. Apa yang kita lakuka, itu menunjukkan priotitas tertinggi kita. Kita bisa saja mengatakan : saya akan berkomitment berdoa setiap malam jam 20.00 misalnya, namun jika hal itu belum kita lakukan, maka itu hanya sekedar sebuah komitmen dan komtment kita tidak menjadi kenyataan. Komitment itu harus dilakukannya sebagai prioritas yang utama. Namun kalau tidak ada komitment , kita juga pasti akan berdoa. Ada komitment saja belum tentu dilaksanakan , apalagi jikalau tidak ada komitment yang mengawalinya. Ini menjadi alasan yang sangat mendasar mengapa menyediakan atau mengatur waktu untuk berdoa itu sangat penting, sebabnya adalah keinginan untuk berdoa akan di kongkritkn dalam praktek sehari hari. Hal inilah yang membuat Daniel itu tekun berdoa karena dia sudah menyiapkan jadwal doanya

Dan 6:10 (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Kalimat yang saya sukacita dari bagian ini adalah “ seperti yang biasa dilakukannya. Jadi Daniel memang sudah biasa berdoa seperti itu tiga kali sehari. Dia sudah memiliki jadwal doa. Inilah yang membuat Daniel berdoa. Tuhan Yesus juga bangun pagi pagi benar untuk berdoa. Dan ini tentu saja direncanakan. Bukan karena Tuhan tidak bisa tidur kemudian dia berdoa pagi pagi. Tetapi itu sudah merupakan sesuatu yang dijadwalkan.

Tentu saja, kalau hanya sekedar sebuah rutinitas seperti itu tidak akan menjamin sebuah doa yang efektif dan itu bisa saja hanya menjadi sebuah acara agama secara formal saja. Tentu saja, setiap orang juga bisa berbeda beda jadwal kegiatannya. Pekerja yang shift pagi dan shift malam, demikian juga seorang ibu rumaha tangga, bisa saja berubah ubah jadwalnya. Dan setiap kita pasti memiliki kesulitan kesulitan dalam mengatur jadwal. Tetapi kita mesti mengusahakan untuk mengatur jadwal doa pribadi kita karena jikalau kita tidak merencanakan waktu untuk berdoa maka kita tidak akan berdoa. Mengapa jikalau kita tidak mengatur jadwal berdoa, maka kita tidak akan berdoa? Sebabnya adalah alasan untuk berdoa sangat kecil sekali. Apalagi kalau semua berjalan dengan lancar dan baik baik saja. Kita tidak akan terdorong untuk berdoa. Kalau terjadi peristiwa mei 98, mungkin banyak orang kristen yang aka terdorong untuk banyak berdoa. Mungkin kalau usaha terancam bangkrut atau akit keras, maka kita akan punya dorongan untuk berdoa. Tetapi kalau semua biasa biasa saja , berjalan dengan rutin, maka kita tidak memiliki dorongan untuk berdoa. Untuk itu kita perlu mengeset waktu untuk berdoa. Perencanaan yang baik akan memastikan bahwa kita akan memberikan diri kita untuk lebih banyak berdoa. Merencakan untuk berdoa , akan menolong kita untuk berdoa. Walaupun waktu yang kita rencanakan itu sangat singkat; tetapi jauh lebih baik kita sering berdoa walaupun itu singkat daripada berdoa lama, tetapi jarang dilakukannya. Misalnya, jauh lebih baik kita berdoa sehari dua kali masing masing 15 menit , ini berarti setiap hari berdoa 30 menit. Daripada, seminggu sekali berdoa selama 30 menit.

Namun yang lebih buruk daripada itu adalah tidak berdoa sama sekali. Dan saudara tidak akan pernah bisa berdoa dengan cukup dna baik, jikalau tidak merencakan untuk berdoa . Jikalau kita ingin mengubah kebiasaan kita, maka kita harus meulai dari sini, yakni merencakan waktu untuk berdoa. Sama halnya, jikalau saudara sudah merencakan berdoa setiap pagi di gereja jam 06.00, maka saudara bisa berdoa setiap pagi disini. Namun kalau saudara tidak merencanakannya, maka saudara pasti tidak pernah bisa mengikuti doa pagi di gereja.
Henri Nouwen dalam diarynya ketika dia bergabung bersama sama para biarawan selama 7 bulan . di dalam biara itu dia banyak melakukan disiplin rohani, berdoa membaca Alkitab dan juga tugas-tugas yang lain. Setelah dia selesai mengikuti disiplin itu, dia diberikan, dia kuatir bahwa kedisplinnanya untuk berdoa akan hilang ketika dia sudah kembali ke dunia pelayanan. Dia kemudian diberikan nasehat seperti ini oleh pemimpn rohaninya, yaitu John Eudes. Tentukan waktu yang masuk akal, dan sekali kamu menentukan waktu itu, maka singkirkan hal-hal yang lain yang menocba mengganggu waktu doamu. Pemimpin rohaninya mengatakan bahwa dia paling baik mulai waktu doa 1 jam setiap pagi dan setengah jam sebelum tidur. Pegang waktu itu. Kalau kamu sednag pesta dan waktunya sudah tiba untuk berdoa, tinggalkan pesta itu. Jadi kita perlu membuat rencana , komitment dan melaksakan komitment tersebut.
Saudara diberikan waktu oleh Tuhan 24 jam sehari. Berapa banyak waktu yang saudara rencanakan untuk berdoa? Kita bisa merencakan ke pasar, ke Mall. Kita juga bisa merencanakan untuk berolahraga, kita bisa merencanakan untuk bertemu dengan seseorang namun mengapa kita tidak bisa merencanakan untuk berdoa pada jam jam tertentu? Pada saat kita tidak merencankan jam jam untuk berdoa, maka itu sama artinya kita tidak menganggap penting relasi dengan Tuhan . Kalau kita urut satu demikian satu dari rencana kita hari ini, mungkin relasi dengan Tuhan itu berada dalam urutan yang terakhir.
Sebagai seorang pejabat, Daniel memiliki banyak pekerjaan penting untuk dilakukannya, tetapi dia tetap menganggap yang terpenting adalah berdoa tiga kali sehari dalam waktu waktu yang sudah ditetapkannya.
Mari kita ubah, konsep kita. Mari kita ubah prioritas kita. Jadikanlah berdoa sebagai yang terutama dalam hidup kita dan yang jadwalnya harus ditentukan dan tidak boleh diganggu atau diinterupsi oleh yang lain.
Tuhan Yesus sudah memberikan kita contoh ini selama inkarnasinya dalam dunia. Mintalah hikmat dan pertolongan kepada Kristus dalam mengatur waktu doa saudara. Kita mungkin tidak memliliki disiplin yang cukup dalam melakukan komitment itu, oleh karena itu kita butuh Tuhan untuk membantu kita dalam melaksanakan jadwal doa kita.

Tidak berdisplin dalam doa bukanlah suatu hal yang sepele. Saya kira inilah hal yang paling membuat banyak orang orang kristen merasa menyesal pada hari pengakiman nanti. Kalau saya diberi kesempatan mengulangi kehidupan saya, maka hal yang akan saya lakukan ada lebih banyak berdoa.

Kategori:Uncategorized

Alkitab merubahkan hidup

Oktober 12, 2013 Tinggalkan komentar

Sebuah ilustrasi yang luar biasa datang dari kehidupan Dr. Harry A.Ironside. Awal dalam pelayanannya, penginjil dan guru Alkitab yang besar itu tinggal di wilyaha San Fransisco Bay dan bekerja dengan sekelompok orang yang percaya disebut “Brethen.” Satu Minggu, ketika ia sedang berjalan di kota itu, ia mendatangi suatu kelompok pekerja Bala Keselamatan yang mengadakan suatu pertemuan di persimpangan market avenue dan grand avenue. Jumlahnya mungkin ada 60 org di antara mereka. ketika mereka mengenali Ironside, mereka segera bertanya kepadanya apakah ia akan memberikan kesaksiannya. Maka ia melakukannya, memberi sepatah kata tentang bagaimana Allah telah menyelamatkannya melalui iman dalam kematian jasmaniah Yesus dan kebangkitan-Nya yang harfiah.

Ketika sedang berbicara, Ironside memperhatikan bahwa di ujung kerumunan itu ada seorang pria berpakaian rapi yang telah mengambil sebuah kartu dari sakunya dan menuliskan sesuatu diatasnya. Ketika Ironside menyelesaikan pembicaraannya, orang ini maju ke depan, mengangkat topinya dan dengan sangat sopan menyerahkan kepadanya kartu itu. Di satu sisi tertulis namanya, yang segera ironside kenali. Pria itu adalah salah satu dari orang-orang sosialis awal yang menjadi terkenal karena mengajar bukan hanya sosialisme tetapi juga menentang kekristenan. Ketika Ironside membalik kartu itu, ia membaca tulisan,”Tuan saya menantang anda untuk berdebat dengan saya mengenai ‘agnostikisme versus kekristenan’ di akademi off science hall minggu siang mendatang pada pukul 4. Saya akan membayar semua biaya.”

Ironside membaca ulang kartu itu keras-keras kemudian menjawab seperti ini.”Saya sangat tertarik dengan tantangan ini…..karena itu saya akan gembira untuk menyetujui perdebatan ini dengan syarat-syarat berikut : yaitu bahwa untuk membuktikan bahwa tuan_______memiliki sesuatu yang berguna untuk diperjuangkan dan layak diperdebatkan, ia akan berjanji membawa ke hall pada minggu mendatang 2 orang, yang kualifikasi-kualifikasinya akan saya berikan sebentar, sebagai bukti bahwa agnostikisme itu memiliki nilai yang sesungguhnya dalam mengubah hidup manusia dan membangun karakter yang sejati.

 

“Pertama, ia harus berjanji membawa serta 1 orang yang selama bertahun tahun apa yang kita umumnya sebut sebagai seorang’tersisih dan terbuang.’ Saya tidak menentukan sifat dosa seperti apa yang telah menghancurkan hidup orang tersebut dan menjadikannya seorang yang terbuang dari masyarakat – apakah ia seorang pemabuk, atau seorang penjahat hal tertentu, atau seorang korban dari nafsu sensualnya – tetapi ia adalah seorang yang selama bertahun-tahun berada di bawah kuasa kebiasaan-kebiasaan yang jahat yang darinya ia tidak dapat melepaskan diri. Tetapi ia pada suatu kesempatan mengikuti salah satu pertemuan tuan_____dan mendengar pemuliaannya akan agnostikisme dan pencelaannya terhadap Alkitab dan kekristenan, dan hati serta pikirannya, ketika ia mendengarkan kepada pesan semacam itu, begitu tergerak sehingga ia pergi dari pertemuan itu sambil berkata,’mulai sekarang, akau juga seorang agnostik!’ dan sebagai hasil meminum filsafat yang khusus itu ia menemukan bahwa suatu kuasa yang baru telah masuk ke dalam hidupnya. Dosa -dosa yng pernah ia kasihi sekarang ia benci, dan kebenaran serta kebaikan sekarang merupakan ideal-ideal dari hidupnya. Ia sekarang seluruhnya seorang yang baru, suatu penghargaan bagi dirinya dan suatu aset bagi masyarakat – semua karena ia seorang agnostik.

 

“Kedua, saya ingin Tn._____berjanji membawa bersamanya seorang perempuan – dan saya kira ia akan memiliki lebih banyak kesulitan dalam menemukan perempuan itu ketimbang lakui-laki itu – yang pernah menjadi orang buangan yang malang, hancur, tidak bermoral, budak nafsu yang jahat, dan korban dari kehidupan manusia yang berdosa…mungkin orang yang telah hidup selama bertahun-tahun dari usaha yang jahat …sama sekali terhilang, rusak dan hancur karena kehidupannya. Tetapi perempuan ini juga memasuki aula di mana Tn._____ dengan keras memberitakan agnostikismenya dan mengejek Kitab Suci. Ketika ia mendengar, pengharapan, lahir dalam hatinya, dan, ia berkata,’inilah yang saya perlukan untuk melepaskan saya dari perbudakan dosa!’ Ia mengikuti ajaran itu dan menjadi seorang yang agnostik atau kafir yang cerdas. Sebagai hasilnya, seluruh keberadaanya memberontak terhadap keburukan hiudp yang ia jalani. Ia melarikan diri dari sarang ketidakbersusilaan dimana ia begitu lama terjerat;dan sekarang, setelah di rehabilitasi, ia mendapatkan jalannya kembali kepada suatu posisi yang terhormat dalam masyarakat dan menjalani suatu kehidupan yang bersih, suci, bahagia-semua adalah karena ia seorang agnostik.

 

“sekarang” kata Ironside, kepada pria yang telah meberrikan padanya kartu dan tantangannya,”jika anda berjanji membawa dua orang ini bersama anda sebagai contoh-contoh dari apa yang dapat dilakukan oleh agnostikisme, saya berjanji untuk menemui Anda di Hall of Science pada pukul 4 minggu mendatang dan saya akan membawa bersama saya sedikitnya 100 orang laki-laki dan perempuan yang selama bertahun-tahun hidup dalam keburukan dosa seperti yang telah saya coba gambarkan tadi, tetapi yang dengan mulia telah diselamatkan melalui percaya kepada injil yang anda ejek itu. saya akan membawa laki dan perempuan ini bersama saya keatas podium sebagai saksi bagi kuasa ajaib Yesus Kristus yang menyelamatkan dan sebagai bukti kebeneran Alkitab masa kini.”

Lalu Dr.Ironsie berpaling ke kapten kelompok Bala Keselamatan, yang kebetulan adalah seorang perempuan, dan berkata,”Kapten,apakah anda memiliki orang yang dapat saya bawa ke pertemuan itu?”

Si kapten berseru dengan antusiasme,”kami dapat memberi anda 40 orang setidaknya hanya dari 1 korps ini, dan kami akan memberi anda barisan peniup terompet untuk memimpin arak-arakan itu!”

“Baik,”Jawab Dr.Ironside.”Sekarang, Tn.______,saya tidak akan kesulitan mencari 60 orang lainnya dari berbagai misi, tempat-tempat pemberitaan injil, dan gereja-gereja injili di kota; dan jika anda benar-benar berjanji untuk membawa 2 contoh seperti yang telah saya gambarkan tadi, saya akan datang berjalan didepan arak-arakan, dengan Orkes yang memainkan ‘Maju Laskar Kristen,’ dan saya siap untuk perdebatan itu.”

Tampaknya orang yang telah memberi tantangan memiliki rasa humor, karena ia tersenyum masam dan melambaikan tangannya dengan cara yang mengolok seolah-olah berkata,”Tidak jadi kalau begitu!” dan kemudian menyelinap keluar dari kerumunan itu sementara orang-orang yang berdiri bertepuk tangan untuk Ironside dan yang lain-lainnya.

Kuasa Kristus yang hidup yang bekerja bersaranakan Roh Kudus melalui Firman yang tertulis ini mengubah kehidupan. Ini adalah kejadian nyata sepanjang sejarah. Itu adalah bukti yang kuat bahwa Alkitab sungguh adalah Firman Allah, sebab Alkitab bukan hanya memberitahu kita apa yang benar tetapi juga dapat mengubahkan hidup , memperbaiki kelakukan

 

Kategori:Uncategorized

Aku suka dekat pada Allah (Mazmur 73:28)

Banyak hal yang kita sukai dalam dunia ini. Kita suka dengan keindahan pantai, gunung. kita suka piknik.  Kita suka dengan gereja, kita suka dengan makanan enak, Semua hal itu baik, sebab semuanya itu merupakan pemberian Tuhan. Namun ada sebuah kesukaan yang paling tinggi yang melampuai semua rasa suka tadi. Pemazmur menyebutnya, suka dekat pada Allah. Inilah kesukaan yang paling tinggi, sebab Allah sendiri adalah kebaikan yang tertinggi. Pada waktu kita datang ke gereja, maka yang paling utama adalah ada kerinduan kita untuk dekat kepada Allah. Pada waktu kita berdoa, baca Alkitab, maka hal yang paling utama yang perlu kita ingat bukanlah permintaan kebutuhan-kebutuhan kita melainkan keinginan untuk dekat kepada Allah. Banyak orang Kristen lebih mencari berkat Tuhan daripada Tuhan sendiri. Tanpa kita sadari, kita mendekat kepada Allah bukan dengan tujuan supaya dekat denganNya melainkan dengan tujuan supaya diberi sesuatu oleh Allah. Makanya kebanyakan orang Kristen bukan mencari wajah Tuhan melainkan mencari tangan Tuhan yang diharapkan memberi berkat. Ribuan orang datang mengikuti Kristus bukan untuk dekat denganNya, tetapi untuk mendapatkan penyembuhan  dan roti. Hanya 12 orang murid yang dekat kepada Kristus karena mereka memang mau mengikuti Kristus dan dekat dengan Kristus. Kita jangan menjadi orang Kristen yang dekat denga Kristus hanya karena ada maunya. Kalau ada masalah kita baru dekat dengan Tuhan. Ketika masalah beres, kita menjauh lagi dari Tuhan. Dekatlah kepada Tuhan karena itulah kesenangan tertinggi yang bias kita miliki di dalam dunia ini. Sukacita karena dekat dengan Allah itu jauh lebih tinggi dari sukacita karena melihat pemandangan indah, atau dari sukacita karena makanan enak.

Dekat dengan Allah bisa kita lakukan dimana pun dan kapan pun. Biarawan katolik menyendiri di Biara supaya mereka bias dekat dengan Allah. Ketika kita berdoa di kamar atau datang doa pagi di gereja, itu juga merupakan sarana dimana kita mendekat dengan Allah.  Namun sebenarnya yang paling penting untuk dekat dengn Allah bukanlah tempat, tetapi hati kita. Percuma tubuh kita menyendiri tetapi hati kita dipenuh dengan kesibukan-kesibukan. Kita tetap tidak bisa dekat dengan Allah walaupun kita berada di tempat terpencil kalau hati kita belum terbuka kepada Allah. Sebaliknya, walaupun kita berada di pasar, berada di jalan, di tempat pekerjaan, namun kalau hati kita terbuka dan diarahkan kepada Tuhan, maka kita bisa mengalami kedekatan itu dengan Allah.

Kedekatan kita dengan Allah paling terasa manis ketika kita berhadapan dengan dosa dan dunia dan kita tetap tahu bahwa Tuhan ada disisi kita. Kedekatan kita dengan Allah paling indah dialami pada saat ada masalah dan kita tetap tahu bahwa Tuhan beserta dengan kita. Itulah yang namanya kemenangan Kristen. Jika tidak ada konflik atau masalah, maka tidak ada kemenangan. Namun ketika da konflik dan masalah dan kita tetap bisa dekat dengan Allah, maka ini adalah kemenangan. Habakuk mengatakan:” (Hab 3:17)  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, (Hab 3:18)  namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Ini adalah saat teragung dari berkat dekat dengan Allah, yakni bias beria-ria, bersorak-sorak walaupun masalah belum beres.

Dekat dengan Allah membutuhkan iman. Dan masalahnya adalah pada hari ini, iman itu seringkali dicemooh oleh orang. Banyak orang berpikir bahwa dating kepada Allah adalah hal yang bodoh. Pada zaman ini, iman banyak dicemooh. Dunia ini, orang-orang yang tidak percaya merupakan halangan bagi kita untuk dekat kepada Allah. Mungkin orang akan mencemooh kita karena percaya kepada Allah atau karena merasa dekat dengan Allah. Tetapi kita jangan kalah dengan cemooh itu. Dalam belas kasihan Allah, Dia akan dating dekat kepada kita dan memegang erat kita ditenga gencarnya orang menertawakan Allah. Zaman ini merupakan zaman yang berbahaya. Tetapi kita tahu bahwa Dia ada disini, Dia selalu hadir, menantikan kerinduan kita untuk membina suatu hubungan yang pribadi denganNya. Dia akan menopang kita, walau apa pun yang terjadi di dalam dunia ini. Marilah kita bersama-sama dengan pemazmur mencari Allah dengan kesungguhan dan menemukan Dia, muka dengan muka, ditengah kesukaran bumi ini-dan kita berkata seperti pemazmur: aku mencintaiMu Tuhan dan aku suka dekat pada Mu.

Salam

Pdt. Yohannis Trisfant

Kategori:Uncategorized

Kerendahan hati merupakan sebuah ciri kekristenan.

Desember 22, 2012 Tinggalkan komentar

Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

Mereka yang dipakai oleh Tuhan menjadi alat dalam kelahiran Kristus adalah orang-orang yang rendah hati. Yusuf dan Maria bukan hanya orang yang rendah dan miskin tetapi mereka adalah orang yang rendah hati. Maria adalah gadis yang rendah hati. Dalam nyanyiannya dia berkata: Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. (Luk 1: 46-48). Yusuf adalah orang yang tulus hati, dan taat kepada Tuhan. Ketika mereka bersedia menginap di kandang domba dan tidak ngotot untuk terus mencari rumah penginapan atau rumah sahabat-atau kerabat disana, maka itu sudah menunjukkan bahwa mereka rendah hati. Tuhan tidak akan memakai orang sombong menjadi alatnya dalam melahirkan sang Juruselamat ke dalam dunia ini. Kalau Tuhan memilih Yusuf dan Maria, itu karena mereka memenuhi kualitas ini, yakni mereka rendah hati.

Tuhan Yesus sendiri adalah Pribadi yang rendah hati. Tuhan juga tidak suka dengan orang-orang yang sombong. Dalam Luk 1:52 dikatakan bahwa “ Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;” Mulai dari pemberitahuan mengenai kelahiran Yesus, sampai dengan saat lahirnya Yesus, semuanya memakai tema rendah hati.  Bahkan pribadi yang dilahirkan pun adalah Pribadi yang rendah hati. Ketika Allah lahir di tempat yang rendah menyatakan  bahwa kerendahan hati merupakan sebuah ciri kekristenan.

Bapa Gereja bernama , Agustinus mengatakan : Jika engkau bertanya kepada saya apakah hal yang utama dari ajaran kristen, maka jawaban saya adalah pertama, kerendahan hati, kedua kerendahan hati dan ketiga adalah kerendahan hati. A kempis mengatakan bahwa kerendahan hati itu perlu untuk meneladani Kristus. Kerendahan hati itu cocok dengan anugerah dan merupakan inti dari iman.

Jika kerendahan hati adalah ciri kekristenan, apakah saudara sudah rendah hati? Apakah yang saudara lakukan ketika sedang bertengkar? Banyak orang kristen ketika bertengkar yang keluar adalah adu kesombongan.

Pada suatu hari, ketika sedang bertengkar, berkatalah istri kepada suaminya, “Pak, aku bukan sombong yah …, dulu sebelum aku kawin sama kamu, banyak cowok yang datang melamarku tapi semua aku tolak, kecuali kamu.”

“Bu, aku juga bukan sombong nich …. Dulu sebelum kawin sama kamu, banyak cewek yang kulamar tapi semua menolak saya, kecuali …………..kamu yang terima saya.”

Perdebatan seringkali bukan lagi adu agumentasi, tetapi adu ego, adu kesombongan, saling menjatuhkan.  Jadikanlah kerendahan hati sebagai ciri khas sudara.

Pada waktu saudara sedang melayani, lakukanlah dengan rendah hati. Pada saat sedang ada di jalan, berkendaraan lah dengan rendah hati. Ketika berhasil janganlah memuji diri saudara dihadapan orang atau mengumumkan keberhasilanmu. Criss Jami mengatakan bahwa “ tantangan terbesar setelah sukses adalah tutup mulut mengenai kesuksesan kita. Blise Pascal mengatakan “Apakah anda ingin dianggap baik oleh orang lain? Janganlah berbicara mengenai dirimu sendiri. Inilah kerendahan hati.

Berapa sering saudara membandingkan dirimu dengan orang lain dan merasa dirimu hebat? Ini adalah kesombongan. Ini akan membuat rasa takut akan Tuhan terkikis dalam hidup kita sebab kesombongan tidak akan berhenti pada satu titik, tetapi akan terus naik dan suatu waktu Tuhan pun akan ditentangnya.

DPR : “Pak pendeta, jikalau DPR sama Menteri… hebat mana?”

Ustadz : “Hebat Bapak…. bapak Menteri gak berani perintah2 anggota DPR. DPR bisa perintah2 menteri”  [si bapak nyengir seneng]

DPR: “Lhaa… jikalau saya sama ketua KPK hebat mana”

Pendeta : “Hebat bapak DPR juga lah…. kan ketua KPK dipilih sama Bapak juga,
DPR tidak dipilih dari KPK”.  [si bapak nyengir nya makin lebar, Pendeta bener juga nih kata dia]

DPR: ” Nah ini pertanyaan di jawab dengan benar lagi nih Pendeta, jikalau saya dengan Yusuf  hebat mana?”

pak Pendeta agak mikir panjang untuk pertanyaan terakhir ini,  salah menjawab bisa2 gk pernah dipanggil lagi ke gedung DPR untuk kotbah nih…

Akhirnya pak Pendeta kasih jawaban ke bapak DPR itu

Pendeta:”Masih hebat bapak lah…. Yusuf  takut sama TUHAN,
sedangkan Bapak sudah gak ada takut-takut nya sama TUHAN”

Jawabnya sambil cepet2 kabur,
yang di tinggal nyengir2 aja ga punya perasaan

Ketika saudara  sudah berpikir untuk membandingkan diri dengan orang lain,  hebat siapa sih, saya atau dia? Itu kesombongan, bukan kerendahan hati. Perbandingan seperti ini akan terus meningkat dan akan tiba pada sebuah titik, dimana saudara tidak takut lagi sama Tuhan. Itu bukan ciri kekristenan.

Lebih hebat mana? Palungan atau istana raja? Tergantung siapa yang ada di dalam palungan dan siapa yang ada dalam istana raja. Kalau yang ada di istana raja adalah raja yang kejam, dan yang ada di palungan adalah orang yang rendah hati, maka palungan itu lebih besar daripada istana raja.

Jadi kebesaran itu bukan dilihat dari prestasi yang saudara capai dan bukan ditentukan oleh dimana saudara berada. Tetapi siapa diri saudara itu jauh lebih penting. Kalau kita rendah hati, maka disitulah kebesaran, karena itu merupakan ciri khasnya Tuhan yang Mahabesar.

Belajarlah rendah hati seperti Kristus. Ini merupakan pelajaran seumur hidup.  Pandanglah selalu ke atas, kepada Kristus agar saudara tidak punya waktu lagi untuk memandang rendah sesamamu.

Hanya orang yang rendah hati yang bisa datang kepadaNya.

Desember 22, 2012 Tinggalkan komentar

 Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

 

Pada suatu tengah malam Natal seorang wanita Yahudi mampir di sebuah penginapan di kawasan wisata mewah yang tidak menerima tamu beragama Yahudi.“Maaf, tidak ada lagi kamar. Malam ini hotel terisi penuh,” kata petugas bagian pendaftaran tamu demi mengetahui jatidiri wanita itu.“Tapi tanda di depan mengatakan masih ada kamar kosong,” tamu itu bersikukuh.Petugas pendaftaran lalu menatap mata tamunya. “Terus terang saja ya, kami sebenarnya tidak menerima tamu yang beragama Yahudi!”

Sang wanita menjawab, “Saya ingin anda tahu bahwa saya sudah pindah agama. Sekarang saya orang Kristen.”“Oh begitu? Tapi saya perlu mengetes anda dulu,” kata petugas. “Bagaimana Yesus lahir?”“Dia dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Maria di kota kecil bernama Betlehem.”“Bagus,” petugas hotel memuji. “Apa lagi yang anda tahu tentang kelahirannya?”“Dia dilahirkan di atas palungan.”“Tepat sekali,” puji petugas lagi. “Tapi mengapa Yesus sampai lahir di atas palungan?”Kali ini wanita Yahudi itu tidak bisa lagi menahan amarahnya. Diapun berkata dengan ketus:“Itu gara-gara seorang bedebah seperti kamu yang tidak mau memberi kamar menginap bagi perempuan Yahudi seperti saya! Tahu?!”

Ini hanya sebuah cerita. Alasan utama mengapa  Yesus lahir di atas palungan bukan karena adanya sentimen terhadap orang Yahudi. Itu adalah karena Allah yang menghendakiNya. Dunia memang menolak Kristus, tetapi Allah yang menetapkan AnakNya lahir di palungan. Tujuannya adalah supaya hanya orang yang rendah hatilah yang bisa datang kepadaNya.

Palungan memang adalah sebuah paradoks. Paradoks itu adalah semua orang bisa datang ke palungan, namun tidak semua orang bisa datang ke palungan tersebut. Semua orang tanpa memandang status sosial bisa datang bertemu dengan Anak Allah. Namun orang sombong tidak bisa datang bertemu dengan Anak Allah tersebut? Mengapa? Karena Dia bukan berada di istana, melainkan di kandang domba. Orang kaya mana yang yang mau berkunjung ke kandang domba? Hanya orang kaya yang rendah hatilah yang bersedia datang bersujud di kandang domba.

Orang sombong bisa datang ke gedung putih, atau ke istana negara, tetapi tidak akan bisa datang ke kandang domba untuk menyembah raja segala raja. Mereka yang sombong tidak akan mau datang ke tempat yang rendah karena untuk datang ke tempat yang rendah setiap orang mesti merendahkan diri.  Orang sombong tidak akan bisa datang kepada Allah jika tidak merendahkan diri. Pada waktu Tuhan Yesus berada di kandang, maka tidak mungkin orang kaya yang sombong mau berkunjung ke sana.

Semua orang yang mau datang kepada Kristus harus merendahkan dirinya dihadapan Tuhan. Tanpa kerendahan hati, maka tidak mungkin seseorang itu bertemu dengan Kristus. Ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi dan imam imam kepala tidak bisa datang kepada Kristus karena kesombongan. Herodes tidak bisa datang kepada Kristus di palungan, juga karena kesombongan.

Tuhan Yesus mengatakan : berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah. Artinya harus ada kerendahan hati, barulah seseorang bisa datang kepada Tuhan Yesus. Saudara mesti menyadari akan kondisimu sebagai orang berdosa yang hidup di bawah murka Allah,  yang  layak menerima hukuman, dan membutuhkan belas kasihan Allah.

Hanya kepada orang yang merasa dirinya tidak ada apa-apanya dihadapan Allah, yang rendah hatilah yang dapat diberikan kerajaan Allah. Sebab kerajaan Allah dimana Allah memerintah selaku penguasa tunggal, sangat mulia, sangat berharga, dan tidak ada yang sanggup membeli kerajaan itu dengan usaha, atau dengan apapun juga. Kita terlalu miskin untuk dapat membeli kerajaan itu. Kerajaan itu hanya diberikan secara cuma-cuma buat mereka yg rendah hati.  Kerajaan Allah hanya dapat diterima, dalam kerendahan hati seorang kanak-kanak yang tahu bahwa dirinya tidak mampu. Kerajaan itu diberikan kepada orang miskin, bukan kepada orang-orang kaya yang sombong . Kerajaan itu diberikan kepada orang lemah bukan kepada yang berkuasa, Kerajaan itu diberikan kepada anak kecil yang cukup rendah hati untuk menerimanya, bukan kepada tentara yg membual bahwa mereka dapat merebutnya dengan kajagoan mereka.

Orang yang tinggi hati tidak mungkin masuk surga. Kita mesti mengakui ketidakberdayaan, kemiskinan kita, untuk bisa diselamatkan. Syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surgaadalah merendahkan diri dihadapan Allah, mengakui keberdosaan kita, mengakui ketidakberdayaan kita menghadapi dosa. Hanya orang seperti inilah yang bisa bertemu dengan sang Juruselamat. “sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yg bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus ttp juga bersama-sama org yg remuk dan rendah hati dan u/ menghidupkan hati org-ong yg remuk.

Hanya dengan kerendahan hatilah kita dapat menerima anugerah keselamatan. Orang yang sombong akan kehilangan berkat yang besar yang Tuhan tawarkan karena orang sombong tidak pernah bisa melihat Tuhan.

C.S Lewis mengatakan, pada waktu kita sombong, kita tidak bisa mengenal Allah. Orang yang sombong selalu melihat ke bawah, melihat kepada manusia dan sepanjang saudara melihat kebawah, saudara tidak dapat melihat sesuatu diatasmu. Akibatnya saudara tidak pernah bertemu dengan Kristus, yang berada di atas saudara.  Dan ini bukan hanya membuat hidupmu malang, tetapi juga akan melemparkan jiwamu ke dalam neraka.

Lihatlah selalu ke atas, kepada Allah, maka saudara akan rendah hati. Karena orang yang selalu melihat ke atas, tidak akan melihat ke bawah dan tidak akan menyombongkan dirinya lagi.

Lahir di Palungan membuat banyak orang dapat datang kepadaNya.

Desember 22, 2012 Tinggalkan komentar

Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh.

 

Pada tanggal 5 september 1639, di  faubourg di Paris, di istana Raja  Louis XIII., dikumpulkan seluruh bangsawan, orang – orang hebat di Prancis. Mereka sedang menantikan lahirnya putra Mahkota. Bishop atau pendeta sudah menunggu untuk membaptiskan anak raja tersebut. Tidak lama kemudian keluarlah suster membawa anak yang  anak raja yang baru lahir tersebut dan menyerahkannya kepada Raja Prancis. Dengan bangga Raja Prancis membawa bayi itu di jendela istananya. Lonceng dibunyikan dan orang-orang berteriak menyambutnya dan selama seminggu Prancis berpesta.

173 tahun kemudian, tanggal 19th of March, 1812,  terjadi kelahiran anak raja Prancis yang lain. Jika yang lahir adalah perempuan, maka 21 tembakan senjata api akan menyambutnya, tetapi jika laki-laki maka ratusan tembakan senjata api akan menyambutnya. Pada tanggal 20 maret pukul 6 pagi terdengar tembakan yang meriah. Seluruh rakyat menunggu, apakah perempuan atau laki-laki. Dan  ketika sudah terdengar tembakan yang kedua puluh dua, maka seluruh Paris bersukacita karena dinasti  Bonaparte mendapatkan putra Mahkota.

Rakyat hanya bisa melihat dari jauh Putra Mahkota yang baru lahir. Siapakah yang berani datang ke tempat kelahiran bayi di istana seperti itu? Hanya bangsawan dan kerabat dekat raja serta tamu-tamu kehormatan yang bisa melihat bayi tersebut. Sedangkan rakyat hanya  bisa melihat dari jauh kelahiran putra Pangeran.

Sangat kontras sekali dengan kelahiran Anak Allah, Raja segala raja. Tidak ada bunyi tembakan, tetapi pujian malaikat. Tidak ada sambutan kerajaan, tetapi sambutan para malaikat. Tidak ada istana, hanya ada penginapan. Tempat tidurnya pun bukan kasur yang empuk tetapi sebuah palungan, tempat makan binatang. Setiap orang bisa mendekat , melihatNya dan menyembahNya. Tidak ada penjaga yang menahan siapa pun untuk datang kepadaNya

Bayangkanlah, seandainya Allah lahir di Istana Herodes, ditengah-tengah segala kekayaan dan kemewahan istana tersebut. Tempat tidur Tuhan Yesus pasti akan sangat mewah. Para penjaga akan menjaga kamar bayi. Dalam kondisi demikian, apakah para gembala bisa datang untuk menyembahNya? Bisakah orang-orang miskin masuk untuk bertemu dengan Anak Allah? Tidak akan bisa. Yang bisa bertemu dengan Anak Allah pasti hanya orang-orang Majus saja.  Tuhan tidak memilih  istana Herodes atau rumah Imam Besar Hana,  sebagai tempat kelahiranNya, supaya semua orang dapat datang menyembahNya.

Inilah inti dari inkarnasi, yakni Kristus mengosongkan diriNya, merendahkan diriNya sangat rendah sehingga manusia dari golongan apa pun dan dengan tingkat sosial apapun dapat datang kepadaNya.

Kalau saudara merendahkan diri, mau turun ke tempat yang sangat rendah, akan banyak orang juga yang berani mendekati diri saudara untuk mendapatkan Kasih Kristus. Namun kalau saudara tidak mau merendahkan diri, maka siapa yang berani mendekati saudara? dan kalau hanya sedikit orang yang mendekati saudara, maka semakin sedikit orang yang bisa mendapatkan kasih Tuhan melalui hidup saudara. Kita akan mudah menjadi saluran berkat Allah kalau kita rendah hati. Kalau saudara menolak untuk merendahkan diri, maka saudara akan sulit menjadi saluran berkat dari Tuhan.

Kita harus berusaha agar diri kita mudah diakses oleh orang banyak.  Tuhan membuat diriNya mudah diakses, mudah didekati oleh siapapun tanpa memandang status sosialnya. Tuhan mendekatkan diriNya kepada manusia. Ini adalah teladan yang Tuhan berikan buat kita, agar kita mudah diakses, mudah di dekati oleh orang lain dan mudah mendekati orang lain. Semua ini membutuhkan kerendahan hati. Orang sombong susah dekat dengan orang lain. Dia hanya bisa dekat dengan orang yang selevel dengannya.  Orang seperti ini hanya senyum kepada mereka yang selevel dengannya. Hidup saudara tidak boleh seperti itu.

Merendahkan diri tidaklah mudah. Kita terbiasa Jaim, Jaga Image, kita bahkan meminjam topeng agar dihargai lebih dari biasanya. Kita terbiasa lebay atau berlebihan, sok jaga wibawa, sok jaga diri.  Pokoknya banyak orang kristen tidak mau terlihat rendahan. Inginnya disanjung, suka kalau orang hormat kepadanya. Wibawa ditinggiin, gengsi di gedeian.  Akibatnya apa? Orang akan segan sama kita dan kita sulit membawa orang datang kepada Kristus, karena terlalu berwibasa gitu lho. Karyawan mana yang berani ngobrol dengan boss yang seperti itu? Tetangga mana yang berani ngobrol dengan tetangga yang lebay seperti itu?

Paulus mengatakan bahwa Kristus itu lemah lembut dan ramah. ( 2 Kor 10:1). Itulah salah satu alasan mengapa banyak orang datang kepadaNya. Belajarlah bersikap ramah kepada orang lain  (2Ti 2:24).  Palungan mengingatkan kita agar menjadi pribadi dimana siapa pun bisa mendekat kepada kita. Kesombongan itu menjadi penghalang orang datang kepada Kristus. Bukan hanya kesombongan orang yang belum percaya kepada Kristus, yang menjadi penghalang, tetapi juga kesombongan kita itu menghalangi orang datang kepada Kristus. Kalau saudara rendah hati, akan banyak orang dibawa datang kepada Kristus.

PALUNGAN (Luk 2:1-7)

Desember 22, 2012 Tinggalkan komentar

 

Oleh: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh.

 Luk 2:1-7  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.  (2)   Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.  (3)   Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.  (4)   Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud–  (5)   supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.  (6)  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,  (7)  dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Setiap persalinan pasti meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi sang ibu. Tak hanya rasa sakit yang harus dilewati, tapi juga situasi yang menyertai proses kelahiran itu. Seperti yang dialami beberapa ibu berikut ini, yang mungkin tak pernah menyangka akan melalui persalinan di tempat-tempat yang tidak umum. Ada yang di pohon, di restoran, bahkan di dalam lift

1.  Melahirkan di Pohon
Ini dialami oleh Cheindza, seorang wanita asal Mozambik. Kala itu, ia yang tengah hamil tua terpaksa memanjat pohon untuk menyelamatkan diri dari banjir bandang.  Empat hari di atas pohon, perutnya kontraksi dan bayinya lahir. Dalam kondisi lemah dan tali pusat bayi masih menempel di rahimnya, Cheindza akhirnya berhasil dievakuasi tim penyelamat menggunakan helikopter. Meski sempat mengalami masa kritis, Cheindza dan bayinya selamat

 
2. Melahirkan di Kantor Pos
Ini menimpa wanita asal Portugis, Sonia Marina Nascimento. Tak pernah terbayang ia akan melahirkan bayinya di kantor pos. Kala itu, ia jalan-jalan untuk membeli pulsa telepon selular di kantor pos Wisbech, Cambridgeshire. Ia mendadak mengalami kontraksi dan akhirnya melahirkan di lokasi itu setelah petugas kantor pos mendatangkan tim medis. Bayinya lahir dengan selamat. Berdasar timbangan paket yang ada, bayi itu lahir dengan berat 2,34 kilogram. Para petugas lantas berkelakar, “Berat itu setara paket kilat senilai Rp 115 ribu.”

3. Melahirkan di Pesawat Terbang
Nicola Delemere mengalami kontraksi di perutnya saat tengah dalam perjalanan udara di atas kawasan Dusseldorf, Jerman. Dalam usia kandungan masih 25 minggu, air ketubannya pecah sehingga persalinan tak bisa ditunda. Beruntung ada staf penerbangan yang cukup tahu penanganan medis, juga penumpang yang pensiunan perawat dan sopir ambulans, yang membantu proses itu.  Satu setengah jam kemudian, pesawat akhirnya mendarat di Bandara Gatwick. Delemere dan bayinya segera dilarikan ke rumah sakit dan selamat. Atas insiden itu, maskapai penerbangan memberi kado tiket penerbangan gratis untuk keluarga Delemere saat usia bayi sudah memenuhi syarat.

4. Melahirkan di Lift
Peristiwa yang menimpa Heather Simola ini terjadi di lift B Carson Tahoe Regional Medical Center, Nevada. Heather sengaja ke rumah sakit setelah mengalami kontraksi hebat saat tengah makan siang bersama suaminya.  Perjalanan dari lokasi makan siang menuju rumah sedikit memakan waktu akibat lalulintas macet. Selama itu, kontraksi janin di rahim Heather terus meningkat. Setibanya di lift menuju ruang pemeriksaan, Heather sudah tak kuat menahan kontraksi dan akhirnya melahirkan di sana.

Apakah semua itu kebetulan? tidak. semuanya itu berada di dalam kedaulatan Allah. Juga bukanlah hal yang kebetulan ketika Maria melahirkan di kandang hewan. Itu pasti bukan rencana manusia. Tidak ada orang tua yang ingin melahirkan anak di kandang hewan. Maria melahirkan di kandang hewan karena itu adalah rencana Allah. Sesuatu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia.

Kita tahu bahwa pada saat Maria sedang hamil, penduduk yang berada dibawah jajahan kekaisaran Romawi di suruh untuk mendaftarkan diri. Ini merupakan sebuah sensus. Sensus ini bertujuan untuk memungut pajak dan untuk memperoleh calon-calon wajib militer. Orang Yahudi dikecualikan dari wajib militer. Jadi sensus ini bagi mereka hanyalah untuk data pajak. Sensus seperti ini dilakukan setiap 14 tahun sekali. Pada saat pemerintah Romawi memerintahkan agar penduduk di sensus, saat itu Maria sedang hamil.  Seandainya Yusuf berasal dari Nazaret, maka ini tidaklah menjadi masalah buat mereka. Tetapi masalahnya adalah Yusuf berasal dari Betlehem dan setiap orang diwajibkan untuk disensus di kampung halaman mereka sendiri.  Oleh sebab itu mereka mesti pergi ke Betlehem untuk mendaftarkan diri. Pemerintah Roma tidak akan peduli dengan mereka yang sedang hamil.

Jarak antara nazaret ke Betlehem kira-kria 120 km. Bisa dibayangkan menempuh perjalanan dengan memakai keledai butuh waktu berapa lama?  Mungkin bisa berhari hari. Pada saat mereka tiba di betlehem, tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan karena saat tu sedang high season. Kondisi hari itu jauh lebih parah dari Bandung kalau liburan panjang, sebab waktu itu merupakan sensus dan semua penduduk yang berasal dari betehem akan pulang kampung.  Daripada tidur dijalan, mereka menginap di sebuah kandang hewan.  Tidur di kandang hewan tidaklah menjadi persoalan buat mereka , apalagi saat itu sedang darurat. Mungkin hanya sehari dua hari mereka menginap disitu sampai bisa mendapatkan tempat penginapan. Namun itu menjadi masalah ketika, Maria mules dan mau melahirkan. Bisa diayangkan betapa paniknya Yusuf. Saya tidak tahu siapa yang membantu persalinan itu. Apakah ada orang lain ataukah Yusuf sendiri yng membantu proses persalinan tersebut. Persalinan Maria berjalan dengan lancar dan melahirkan seorang bayi laki-laki, yakni Yesus.

Peristiwa ini bukanlah peristiwa kebetulan. Tuhan yang menghendaki hal itu terjadi. Allah yang mengarahkan Yusuf dan Maria ke Betlehem, bukan Kaisar Agustus, sebab sudah dinubuatkan sebelumnya dalam  Mikha 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”.

Allah sudah merencanakan bahwa Tuhan Yesus akan lahir bukan hanya di Betlehem tetapi di sebuah kandang hewan.  Firman Tuhan menuliskan dalam Efesus 4:9  Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia turun, bukan hanya sekedar turun dan lahir di tempat yang nyaman, tetapi Ia turun sampai ke bagian bumi yang paling bawah, lahir di kandang domba. Itu adalah tempat yang paling rendah dimana Anak Allah lahir.

Di dalam kedaulatanNya, Allah bekerja dan memakai kandang domba sebagai tempat kelahiran PutraNya.  Tempat dan waktu, berada di dalam pengaturan Allah yang berdaulat. Kalau saat itu maria belum cukup waktu persalinannya, maka dia tidak akan melahirkan di Betlehem. Kalau saat itu, Maria dan Yusuf datang lebih awal, maka mereka pasti mendapatkan tempat penginapan yang baik. Tetapi semua terjadi sesuai waktunya Tuhan dan bukan waktunya manusia. Yusuf dan maria tiba tepat pada saat tidak ada lagi tempat penginapan. Persalinan Maria juga terjadi tepat pada saat mereka sedang menginap dalam kandang hewan. Akhirnya mau tidak mau, maria melahirkan dalam kandang hewan,

Inilah cara kerjanya Allah. Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan dirNya dan mengambil upa seorang hamba.  Dia turun ke dalam dunia, bukan hanya sekedar turun, tetapi turun ke tempat yang paling rendah, yaitu lahir di kandang hewan di betlehem. Dia lahir bukan dalam kandangnya kaisar Agustus. Kandang kudanya kaisar Agustnius masih lebih baik dari sebuah kamar penginapan. Tetapi  Dia dilahirkan dalam kandang sebuah penginapan yang sederhana. Tuhan turun ke tempat yang demikian rendah, di sebuah kota yang kecil dan di sebuah tempat yang tidak layak untuk ditinggali apalagi untuk menjadi tempat melahirkan.

Inilah cara kerjanya Allah dan seperti inilah juga seharusnya hidup saudara, yakni mengikuti cara kerja dari Tuhan. Kalau itu tergantung kepada pilihan saudara, pilihlah tempat yang rendah dan bukan tempat yang tinggi. Allah sanggup untuk memilih istana Agustus sebagai tempat kelahiran AnakNya, tetapi Dia tidak melakukan itu. Justru yang dipilihnya adalah kandang hewan.  Orang-orang di dunia ini, berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan tempat kehormatan, tempat yang tinggi. Masih mending kalau orangnya sanggup duduk di tempat yang terhormat itu. Kalau tidak sanggup, hanya akan menjadi bahan tertawaan dan olok-olokan.

Berbeda dengan anak-anak Tuhan. Janganlah berlomba-lomba mencari untuk duduk di tempat tinggi dan terhormat. Kalau memang tempat saudara disana, Tuhan akan menaruh saudara di tempat itu. Kalau Tuhan yang menaruh saudara di tempat itu, tidak ada satu orang pun yang bisa menghalanginya.

Salam: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya